Urusi Orang Tua di Hari Senja, Jadi Wasilah Anak Masuk Surga
Ahmad zuhdi
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:04 WIB
Ilustrasi anak berbakti yag selalu sayang ibunya sepanjang masa. Foto: Langit7.id
Kewajiban birrul walidain atau berbakti kepada orang tua bukan saja tanggung jawab putra sulung (anak pertama) atau putra bungsu (anak terakhir), tetapi merupakan tanggung jawab semua anak-anaknya untuk mendoakan, berbakti, menjaga, merawat, dan bertutur kata dengan penuh rasa hormat dan tulus. Termasuk menjaga di hari tua tatkala usianya semakin berkurang.
Berbakti kepada orang tua, merupakan peluang atau wasilah masuk ke dalam surga. Tentu, bagi setiap mukmin meyakini dan mengimani apa yang disampaikan oleh Allah dan Rasulnya serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Ridha Allah Tergantung Orang Tua, Jangan Lupa Doakan Ibu Bapakmu
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, secara tersirat Rasulullah menyampaikan bahwa berbakti kepada orang tua dapat menjadi sebab seseorang dimasukkan ke dalam surga. Bahkan beliau mengulang sampai tiga kali bahwa celakalah orang yang tidak masuk surga karena tidak dapat berbakti kepada orang tua.
رَغِمَ أَنْفُهُ ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ،ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ “. قِيلَ : مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا، ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ “.
Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Sungguh kecewa, sungguh kecewa, sungguh kecewa (dan hina), siapa yang mendapatkan salah satu orang tuanya atau keduanya sampai usia lanjut, kemudian ia tidak dapat masuk surga (karena tidak dapat berbakti kepada mereka)". (HR Muslim).
Baca Juga:4 Ayat dalam Al-Quran tentang Birrul Walidain yang Wajib Kita Amalkan
Berbakti kepada orang tua, merupakan peluang atau wasilah masuk ke dalam surga. Tentu, bagi setiap mukmin meyakini dan mengimani apa yang disampaikan oleh Allah dan Rasulnya serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Ridha Allah Tergantung Orang Tua, Jangan Lupa Doakan Ibu Bapakmu
Dalam hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, secara tersirat Rasulullah menyampaikan bahwa berbakti kepada orang tua dapat menjadi sebab seseorang dimasukkan ke dalam surga. Bahkan beliau mengulang sampai tiga kali bahwa celakalah orang yang tidak masuk surga karena tidak dapat berbakti kepada orang tua.
رَغِمَ أَنْفُهُ ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ،ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ “. قِيلَ : مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا، ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ “.
Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Sungguh kecewa, sungguh kecewa, sungguh kecewa (dan hina), siapa yang mendapatkan salah satu orang tuanya atau keduanya sampai usia lanjut, kemudian ia tidak dapat masuk surga (karena tidak dapat berbakti kepada mereka)". (HR Muslim).
Baca Juga:4 Ayat dalam Al-Quran tentang Birrul Walidain yang Wajib Kita Amalkan