Presiden Berencana Bangun 10 Universitas Berstandar Dunia di Indonesia, Khususnya Bidang Kedokteran
Lusi mahgriefie
Rabu, 21 Januari 2026 - 17:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu perwakilan perguruan tinggi terkemuka Inggris. Foto: Setneg
Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 10 universitas baru, yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi. Presiden menegaskan bahwa universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," kata Presiden, mengutip dari laman Setneg, Rabu (21/1/2026).
Rencana ini menurut Prabowo untuk menghadapi kondisi di Indonesia yang tengah kekurangan tenaga medis secara signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Presiden mencatat bahwa Indonesia masih kekurangan sekira 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.
"Kami hanya menghasilkan sekira 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," ujar Presiden Prabowo.
Baca juga:Presiden Perintahkan Perluas Jumlah Penerima Beasiswa, Khususnya Bidang STEM dan Kedokteran
Saat ini, Presiden berada di London, Inggris, sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan membahas kerja sama bilateral di berbagai bidang. Pada kesempatan tersebut Prabowo pun mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1).
"Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris," kata Presiden, mengutip dari laman Setneg, Rabu (21/1/2026).
Rencana ini menurut Prabowo untuk menghadapi kondisi di Indonesia yang tengah kekurangan tenaga medis secara signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Presiden mencatat bahwa Indonesia masih kekurangan sekira 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.
"Kami hanya menghasilkan sekira 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," ujar Presiden Prabowo.
Baca juga:Presiden Perintahkan Perluas Jumlah Penerima Beasiswa, Khususnya Bidang STEM dan Kedokteran
Saat ini, Presiden berada di London, Inggris, sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan membahas kerja sama bilateral di berbagai bidang. Pada kesempatan tersebut Prabowo pun mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1).