MenkopUKM : Kopontren Al Ittifaq Jadi Contoh Sukses Korporatisasi Pangan
Fajar adhitya
Selasa, 12 Oktober 2021 - 10:02 WIB
Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq sukses membedayakan santrinya mengolah agribisnis. Foto : Istimewa
Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Ittifaq dapat menjadi role model pengaplikasian koperasi yang dapat memajukan perekonomian desa atau ekonomi umat. Koperasi sektor riil yang berdiri sejak tahun 1997 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini bergerak di sektor agribisnis dengan komoditas utama sayur-mayur ini memiliki aset lebih dari Rp49 miliar.
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengungkapkan Kopontren Al Ittifaq menjadi contoh sukses korporatisasi pangan. Hal tersebut diungkapkan Teten Masduki saat mengunjungi Kopontren Al Ittifaq di Ciwidey, Bandung, Minggu (10/10/2021).
"Koperasi bukan hanya jadi agregator pertanian berlahan sempit lagi, tapi juga menjadi offtaker. Dengan konsep ini nggak ada lagi petani yang akan teriak tidak terserap produknya karena koperasi yang menyerap. Jadi petani dan peternak nggak pusing untuk pasarkan produk ke mana karena koperasi yang akan menjadi pasar dan mengolahnya," kata Teten seperti dilansir dari siaran resmi.
Baca juga : MES Bangkalan dan BSI Bahas Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren
Dari sisi aset, Kopontren Al Ittifaq telah memiliki aset sebesar Rp49 miliar berdasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020 dengan anggota sebanyak 1.374 orang berdasarkan informasi dari pengurus dan pengelola. Kopontren sendiri memiliki jumlah pegawai sebanyak 33 orang.
Kopontren Al Ittifaq juga telah menerima pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp6,3 miliar pada tahun 2020. Kemudian saat ini telah disetujui tambahan fasilitas pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp12 miliar.
"Kami akan minta LPDB untuk support supaya kemampuan Kopontren Al Ittifaq makin kuat. Pembiayaan dana bergulir ini dapat digunakan untuk modal kerja agribisnis dan investasi pembangunan greenhouse," ujar Teten.
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengungkapkan Kopontren Al Ittifaq menjadi contoh sukses korporatisasi pangan. Hal tersebut diungkapkan Teten Masduki saat mengunjungi Kopontren Al Ittifaq di Ciwidey, Bandung, Minggu (10/10/2021).
"Koperasi bukan hanya jadi agregator pertanian berlahan sempit lagi, tapi juga menjadi offtaker. Dengan konsep ini nggak ada lagi petani yang akan teriak tidak terserap produknya karena koperasi yang menyerap. Jadi petani dan peternak nggak pusing untuk pasarkan produk ke mana karena koperasi yang akan menjadi pasar dan mengolahnya," kata Teten seperti dilansir dari siaran resmi.
Baca juga : MES Bangkalan dan BSI Bahas Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren
Dari sisi aset, Kopontren Al Ittifaq telah memiliki aset sebesar Rp49 miliar berdasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020 dengan anggota sebanyak 1.374 orang berdasarkan informasi dari pengurus dan pengelola. Kopontren sendiri memiliki jumlah pegawai sebanyak 33 orang.
Kopontren Al Ittifaq juga telah menerima pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp6,3 miliar pada tahun 2020. Kemudian saat ini telah disetujui tambahan fasilitas pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp12 miliar.
"Kami akan minta LPDB untuk support supaya kemampuan Kopontren Al Ittifaq makin kuat. Pembiayaan dana bergulir ini dapat digunakan untuk modal kerja agribisnis dan investasi pembangunan greenhouse," ujar Teten.