home masjid

Jejak Umar di Tanah Anbiya: Eskatologi Penaklukan Baitul Maqdis

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:34 WIB
Kini, Baitul Maqdis tetap menjadi magnet perhatian dunia. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Dalam peta jalan eskatologi Islam, setiap pergolakan politik di tanah Syam sering kali dibaca melampaui sekadar konflik teritorial.

Penulis ‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah dalam karyanya, Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra, menempatkan peristiwa jatuhnya Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin sebagai salah satu tonggak awal menuju akhir zaman.

Ini bukan sekadar penaklukan kota, melainkan sebuah penggenapan nubuat yang telah diikrarkan oleh lisan kenabian jauh sebelum pasukan berkuda menyentuh debu Palestina.

Laporan yang diterbitkan oleh Maktab Dakwah Rabwah ini menyitir sebuah hadits krusial dari Auf bin Malik radhiyallahu anhu. Dalam sebuah momen yang penuh dengan nuansa peringatan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ : فَتْحُ بيتِ المقدس

Artinya, hitunglah enam tanda menjelang datangnya hari kiamat, dan salah satunya adalah penaklukan Baitul Maqdis.

Kalimat ini terekam dalam Shahih Al-Bukhari, memberikan legitimasi bahwa perluasan wilayah Islam ke arah utara Jazirah bukan hanya soal ekspansi militer, melainkan sebuah urutan kronologis dalam jam kosmik Tuhan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya