home masjid

Runtuhnya Pilar Kepercayaan: Ketika Amanat Menjadi Barang Langka di Akhir Zaman

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:45 WIB
Penyalahgunaan jabatan dan matinya meritokrasi menjadi lonceng kematian zaman. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Dalam sosiologi modern, integritas dan kompetensi dianggap sebagai bahan bakar utama keberlangsungan sebuah institusi. Namun, dalam perspektif eskatologi Islam, rapuhnya pilar-pilar kepercayaan tersebut bukan sekadar isu tata kelola birokrasi, melainkan sebuah sinyal peringatan tentang dekatnya akhir sejarah.

‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah dalam Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra menyoroti fenomena hilangnya amanat sebagai salah satu tanda kecil kiamat yang paling presisi dengan realitas sosial manusia hari ini.

Laporan yang diterbitkan melalui Maktab Dakwah Rabwah ini berpijak pada sebuah dialog krusial antara seorang penanya dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang terekam dalam Shahih Al-Bukhari. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sang Nabi memberikan peringatan yang sangat tegas:

إِذَا ضُيِّعَتْ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

Artinya, jika amanat telah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.

Ketajaman nubuat ini terletak pada definisi operasional yang diberikan Nabi ketika ditanya mengenai bagaimana amanat itu disia-siakan. Beliau menjawab dengan sebuah tesis kepemimpinan:

إِذَا أُسْنِدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya