home global news

Inspark Insight: Waspada Jebakan 'Legacy Trap' di Era Business Darwinism 2026

Rabu, 04 Februari 2026 - 10:00 WIB
Inspark Insight: Waspada Jebakan 'Legacy Trap' di Era Business Darwinism 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Lanskap bisnis global pada tahun 2026 menuntut korporasi untuk tidak sekadar bertahan, tetapi juga berevolusi secara fundamental. Fenomena kejatuhan raksasa bisnis seperti Tupperware yang kontras dengan kebangkitan Bluebird menjadi bukti nyata bekerjanya hukum seleksi alam dalam dunia usaha, atau yang kini dikenal sebagai Business Darwinism.

Dalam edisi terbaru Inspark Insight periode Februari 2026, Founder & CEO Inspark Indonesia, Dr. Wahyu T. Setyobudi, membedah secara mendalam tantangan ini. Ia menyoroti urgensi perusahaan untuk bertransformasi menjadi Adaptive Enterprise agar terhindar dari kepunahan akibat ketidakmampuan membaca sinyal perubahan zaman.

Menurut Wahyu, lingkungan bisnis saat ini berubah jauh lebih cepat daripada kemampuan internal perusahaan untuk meresponsnya. Mulai dari volatilitas pasar, percepatan teknologi kecerdasan buatan, hingga ketegangan geopolitik global, seluruh faktor ini menakar ulang relevansi model bisnis yang sudah mapan. Kunci keberlanjutan perusahaan kini terletak pada kemampuan membaca arah perubahan tersebut secara presisi.

"Adaptive Enterprise dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang mampu membaca perubahan arah lingkungan bisnis, dan terus-menerus menyesuaikan dirinya sehingga tetap relevan dalam jangka panjang," ujar Wahyu dalam laporannya, Rabu (4/2/2026).

Dua Dimensi Penentu Adaptabilitas

Dalam analisisnya, Wahyu menjelaskan bahwa adaptabilitas perusahaan tidak muncul secara kebetulan, melainkan dibangun di atas dua dimensi utama, yaitu technocentric dan humancentric. Dimensi technocentric mengacu pada kemampuan perusahaan mengadopsi teknologi dan sistem untuk pengembangan bisnis, sementara humancentric adalah kemampuan menggerakkan sumber daya manusia melalui budaya dan pola pikir yang tepat.

Berdasarkan kombinasi kedua dimensi tersebut, Inspark Insight memetakan empat kategori perusahaan dalam matriks Adaptability Quadrant. Kategori pertama dan yang paling ideal adalah Adaptive Enterprise, di mana perusahaan unggul dalam teknologi sekaligus memiliki budaya manusia yang kuat sehingga memiliki resiliensi tinggi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya