Gubernur NTT Akui Kegagalan Sistem Atas Kematian Siswa SD di Ngada
Esti setiyowati
Rabu, 04 Februari 2026 - 20:33 WIB
Gubernur NTT Akui Kegagalan Sistem Atas Kematian Siswa SD di Ngada. Foto: Ist
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menyebut ada kegagalan sistem di tingkat provinsi, Kabupaten Ngada hingga ke tingkat bawah.
Hal tersebut disampaikan Melki Laka Lena terkait kasus siswa kelas IV SD yang meninggal dengan cara gantung diri. Dikabarkan insiden tersebut dilatari ketidakmampuan membeli buku dan pensil untuk sekolah.
“Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain,” katanya di Kupang, Rabu (4/2/2026) dilansir Antara.
Baca juga: Tragedi Ngada Jadi Atensi Nasional, Kemensos dan Kemendikdasmen Usut Kasus Siswa Tak Mampu Beli Pena
Ia menilai Pemda telah gagal mendeteksi kesulitan yang menghimpit siswa kelas IV SD tersebut. Baginya, tragedi ini adalah tamparan telak bagi Pemerintah Provinsi NTT, mencoreng segala upaya pembangunan yang selama ini mereka gencarkan.
“Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan,” ujar dia.
Menurut Melki, keberhasilan pembangunan tidak ada artinya jika pemerintah masih gagal melindungi nyawa warga dari kondisi ekonomi yang menghimpit.
Hal tersebut disampaikan Melki Laka Lena terkait kasus siswa kelas IV SD yang meninggal dengan cara gantung diri. Dikabarkan insiden tersebut dilatari ketidakmampuan membeli buku dan pensil untuk sekolah.
“Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain,” katanya di Kupang, Rabu (4/2/2026) dilansir Antara.
Baca juga: Tragedi Ngada Jadi Atensi Nasional, Kemensos dan Kemendikdasmen Usut Kasus Siswa Tak Mampu Beli Pena
Ia menilai Pemda telah gagal mendeteksi kesulitan yang menghimpit siswa kelas IV SD tersebut. Baginya, tragedi ini adalah tamparan telak bagi Pemerintah Provinsi NTT, mencoreng segala upaya pembangunan yang selama ini mereka gencarkan.
“Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan,” ujar dia.
Menurut Melki, keberhasilan pembangunan tidak ada artinya jika pemerintah masih gagal melindungi nyawa warga dari kondisi ekonomi yang menghimpit.