Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home global news detail berita

Tragedi Ngada Jadi Atensi Nasional, Kemensos dan Kemendikdasmen Usut Kasus Siswa Tak Mampu Beli Pena

esti setiyowati Rabu, 04 Februari 2026 - 18:16 WIB
Tragedi Ngada Jadi Atensi Nasional, Kemensos dan Kemendikdasmen Usut Kasus Siswa Tak Mampu Beli Pena
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengaku prihatin dengan insiden siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT yang mengakhiri hidup karena tidak bisa membeli pena dan buku. Foto: Kemensosri.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), YBR (10), mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

Dalam suratnya yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, korban menulis:

“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.

Diketahui, korban tinggal bersama sang nenek. Sementara ibu kandungnya, yang merupakan orang tua tunggal, harus bekerja sebagai petani dan buruh lepas.

Baca juga: Cerita di Balik Tewasnya Timothy, Mahasiswa Unud yang Diduga Bunuh Diri karena Perudungan

Ibu korban, MGT harus membiayai lima anak, termasuk korban yang kini telah meninggal.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyatakan keprihatinannya atas insiden tragis yang menimpa YBR, siswa SD di NTT, yang mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000.

Gus Ipul menekankan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Sosial.

“Kami prihatin, turut berduka. Tentu, ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Ya kita harapkan tidak ada (keluarga miskin dan miskin ekstrem, red.) yang tidak terdata,” kata Gus Ipul seperti dikutip dari Antara, Rabu (4/2/2026).

Gus Ipul menggarisbawahi urgensi penguatan basis data terpadu agar menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok miskin ekstrem (desil-1) dan kategori miskin (desil-2).

“Ini hal yang sangat penting. Saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan,” ujar dia.

Baca juga: Gus Ipul Ingatkan Artis-Influencer Aturan Izin Buka Donasi Bencana

“(Insiden) Ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” kata dia.

Sementara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Nanti coba kita selidiki ya. Saya belum tahu informasinya," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Saat dikonfirmasi, Mu'ti mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kejadian itu. Ia hanya memberikan respons singkat dengan mengatakan bahwa penyebab pasti dari tragedi tersebut masih harus diselidiki lebih dalam.

"Saya belum tahu, nanti kita selidiki lagi ya penyebabnya apa dan sebagainya," kata dia singkat.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan