Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home global news detail berita

Gubernur NTT Akui Kegagalan Sistem Atas Kematian Siswa SD di Ngada

esti setiyowati Rabu, 04 Februari 2026 - 20:33 WIB
Gubernur NTT Akui Kegagalan Sistem Atas Kematian Siswa SD di Ngada
Gubernur NTT Akui Kegagalan Sistem Atas Kematian Siswa SD di Ngada. Foto: Ist
LANGIT7.ID-, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menyebut ada kegagalan sistem di tingkat provinsi, Kabupaten Ngada hingga ke tingkat bawah.

Hal tersebut disampaikan Melki Laka Lena terkait kasus siswa kelas IV SD yang meninggal dengan cara gantung diri. Dikabarkan insiden tersebut dilatari ketidakmampuan membeli buku dan pensil untuk sekolah.

“Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain,” katanya di Kupang, Rabu (4/2/2026) dilansir Antara.

Baca juga: Tragedi Ngada Jadi Atensi Nasional, Kemensos dan Kemendikdasmen Usut Kasus Siswa Tak Mampu Beli Pena

Ia menilai Pemda telah gagal mendeteksi kesulitan yang menghimpit siswa kelas IV SD tersebut. Baginya, tragedi ini adalah tamparan telak bagi Pemerintah Provinsi NTT, mencoreng segala upaya pembangunan yang selama ini mereka gencarkan.

“Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan,” ujar dia.

Menurut Melki, keberhasilan pembangunan tidak ada artinya jika pemerintah masih gagal melindungi nyawa warga dari kondisi ekonomi yang menghimpit.

Ia menegaskan bahwa kematian tragis bocah SD tersebut menjadi bukti belum meratanya jaminan keselamatan dari negara.

“Ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tambah dia.

Pihaknya berharap agar tidak ada kasus yang sama terjadi di bumi NTT. Baginya, tragedi itu harus menjadi titik akhir dari duka yang menimpa keluarga miskin di wilayahnya.

Baca juga: Siswa SD yang Tewas di Ngada, Semasa Hidup Kerap Bantu Nenek Jualan Kayu Bakar

Sebelumnya pada 29 Januari 2026 lalu seorang anak berusia 10 tahun meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon cengkeh.

Bocah tersebut bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli buku dan pensil. Sebelum meninggal dunia, korban sempat menuliskan surat untuk ibunya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan