Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home global news detail berita

Siswa SD yang Tewas di Ngada, Semasa Hidup Kerap Bantu Nenek Jualan Kayu Bakar

esti setiyowati Rabu, 04 Februari 2026 - 18:03 WIB
Siswa SD yang Tewas di Ngada, Semasa Hidup Kerap Bantu Nenek Jualan Kayu Bakar
Siswa SD yang Tewas di NTT, Semasa Hidup Kerap Bantu Nenek Jualan Kayu Bakar. Foto: Ist.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kasus anak SD dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidupnya karena tidak bisa membeli buku dan pena menjadi perhatian luas.

Ibu kandung korban, Maria Goreti Te'a (47) mengungkapkan pertemuan terakhirnya dengan sang anak, YBR (10) pada pagi sebelum insiden terjadi.

Menurut Maria Goreti, sang anak mengeluh pusing dan tidak ingin pergi ke sekolah.

Baca juga: Cerita di Balik Tewasnya Timothy, Mahasiswa Unud yang Diduga Bunuh Diri karena Perudungan

Namun Maria tetap meminta YBR untuk ke sekolah karena takut sang anak ketinggalan pelajaran. Maria pun meminta YBR untuk naik ojek ke sekolah.

Tepat tengah hari, keluarga diguncang kabar duka yang datang mendadak. Maria Goret kaget, mendengar berita kepergian anak bungsunya, Yohanes.

“Saya kaget ada kabar, dari tetangga, saya pikir ada pergi sekolah,” ungkap Maria seperti dilihat dari kanal Youtube Tribunnetwork, Rabu (4/2/2026).

Maria Goreti membantah tindakan Yohanes mengakhiri hidup karena permintaan uang Rp10.000 untuk membeli pena dan buku.

Dalam pengakuannya, Maria Goreti mengatakan, tidak ada hal aneh yang diperlihatkan sang anak padanya.

Hanya saja, kata Maria Goreti, Yohanes sempat menyinggung tentang bantuan tunai pendidikan dari pemerintah, Program Indonesia Pintar (PIP). Menurut Maria, ia belum menerima bantuan tersebut.

Maria mengungkapkan bahwa Yohanes adalah anak pintar yang kerap mendapat peringkat atas di kelasnya. Bahkan, menurut guru dan lingkungan sekolah, korban merupakan anak yang cerdas dan ceria.

Baca juga: Kerjasama Keluarga Kunci Mencegah Kasus Bunuh Diri

Profil YBR, Siswa SD di NTT yang Mengakhiri Hidupnya di Pohon Cengkeh

YBR adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia 1 tahun 7 bulan, ia diasuh oleh sang nenek di rumah berdinding bambu.

Ayah Yohanes mencari peruntungan ke Kalimantan sejak 11-12 tahun lalu. Namun hingga kini sang ayah tak pernah pulang.

Selain bersekolah, dalam kesehariannya Yohanes selalu membantu sang nenek menjual sayur, ubi, dan kayu bakar.

Sehari-hari mereka mengandalkan hasil kebun seperti pisang dan ubi sebagai menu andalan.

Menurut keterangan warga, keluarga Yohanes memiliki kesulitan ekonomi sejak ditinggalkan ayahnya. Kondisi ini mempengaruhi pengasuhan anak-anak yang hidup terpisah dan akses pendidikan terbatas.

Keluarga korban diketahui luput dari target sasaran bantuan pemerintah, termasuk bantuan rumah layak huni dan bantuan pendidikan.

Catatan menunjukkan bahwa dari total lima anak, hanya dua orang yang mampu mengakses bangku sekolah secara berkelanjutan.

Baca juga: Tekan Angka Bunuh Diri Mahasiswa, Kampus Harus Ciptakan Iklim Akademik yang Humanis

Sebelumnya, siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026) siang

Korban yang ditemukan mengenakan baju olahraga berwarna merah meninggalkan pesan tertulis yang ditujukan untuk ibunya, Maria Goreti.

Berikut isi surat yang ditulis dalam bahasa Bajawa.

Kertas Ti'i Mama Reti"

Mama galo Ze'e

Mama Molo, Galo Ja'o Mata, Mama Ma'e Rita ee Mama

Mamo Galo Ja'o Mata, Ma'e Woe Rita Ne Gae Nga'o ee

MOLO MAMA

Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia:

kertas untuk mama Reti

Mama terlalu kikir (pelit)

Mama baik sudah, kalau saya mati mama jangan menangis ee mama.

Mama, saya kalau mati jangan menangis dan cari saya ee.

Selamat tinggal mama.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan