Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home global news detail berita

KPAI Bongkar Kendala PIP dan Dana BOS Pasca-Insiden Bunuh Diri Siswa di NTT

esti setiyowati Rabu, 11 Februari 2026 - 15:05 WIB
KPAI Bongkar Kendala PIP dan Dana BOS Pasca-Insiden Bunuh Diri Siswa di NTT
KPAI Bongkar Kendala PIP dan Dana BOS Pasca-Insiden Bunuh Diri Siswa di NTT. Foto: Ist.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap fakta baru dari insiden bunuh diri siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Anggota KPAI Diyah Puspitarini mengatakan bahwa pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) korban, YBR (10), terkendala kebijakan teknis bank.

"Pencairan PIP terkendala karena kebijakan BRI Kacab (Kepala Cabang) Ngada yang mewajibkan KTP sama dengan sekolah," kata Diyah Puspitarini di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Soal Tragedi Ngada, Pakar Unair: Tekanan Ekonomi Picu Krisis Psikologis Anak Pedesaan

Diyah mengungkapkan bahwa banyak kepala sekolah yang tidak memahami prosedur pencairan dana PIP bisa diatasi melalui mekanisme kolektif, bagi siswa yang terkendala jarak.

"Banyak kepsek belum mengetahui bahwa proses pencairan karena faktor jarak bisa dilakukan secara kolektif," kata Diyah Puspitarini.

Selain itu, kata Diyah, keterbatasan dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) dalam menutupi biaya operasional, termasuk upah guru honorer, memaksa pihak sekolah menarik sumbangan sebesar Rp1 juta dari setiap orang tua murid.

"(Pungutan) sumbangan muncul karena biaya BOS belum mencukupi untuk kebutuhan sekolah, berikut gaji guru honorer," kata Diyah Puspitarini.

Sebelumnya, pada Kamis (29/1/2026) YBR (10), seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.

Baca juga: Gubernur NTT Akui Kegagalan Sistem Atas Kematian Siswa SD di Ngada

Sejak usia kurang dari dua tahun, korban hidup terpisah dengan ibu kandungnya. Ia tinggal bersama neneknya yang telah berusia lanjut.

Sementara ibunya, berinisial MGT (47) tinggal di kampung lain bersama dua saudara korban. YBR juga memiliki dua saudara tiri yang berusia dewasa dan merantau ke Papua dan Kalimantan.

Ibu korban menafkahi lima anak, termasuk korban. Korban adalah anak bungsu dari lima bersaudara.

Ayah kandungnya pergi merantau saat korban masih dalam kandungan ibunya dan hingga kini tak pernah kembali. (Sumber: Antara)

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)