Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home global news detail berita

Kemendikdasmen Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Siswa SD di NTT karena Bunuh Diri

lusi mahgriefie Rabu, 04 Februari 2026 - 22:32 WIB
Kemendikdasmen Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Siswa SD di NTT karena Bunuh Diri
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Peristiwa seorang anak berusia 10 tahun yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) sungguh menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat luas. Terkait hal ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan belasungkawa.

Bocah yang duduk di kelas IV SD tersebut diketahui mengakhiri hidupnya lantaran orangtuanya tidak mampu membeli buku dan pensil. Hal ini diketahui dari sebuah surat yang ditulis korban sebelum meninggal dunia, dan ditujukan kepada sang ibu.

Sehubungan dengan peristiwa wafatnya bocah tersebut, Kemendikdasmen menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT. Serta menyampaikan empati kepada keluarga, teman, guru, serta seluruh warga sekolah yang terdampak. Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama.

Kemendikdasmen juga menyoroti peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat serius. Serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.

"Kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Tragedi Ngada Jadi Atensi Nasional, Kemensos dan Kemendikdasmen Usut Kasus Siswa Tak Mampu Beli Pena

Atip menambahkan bahwa berdasarkan kebijakan afirmasi pendidikan, mendiang murid tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), yang dananya telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Namun demikian, lanjutnya, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan, tidak dapat berhenti pada dukungan finansial semata. Melainkan harus mencakup pendampingan psikososial, perhatian moral, dan lingkungan tumbuh kembang yang suportif.

"Saat ini, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah bersama perangkat daerah terkait untuk melakukan pendampingan kepada keluarga, termasuk menyiapkan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya," ungkap Atip.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan keluarga mendapatkan akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan.

Baca juga: Gubernur NTT Akui Kegagalan Sistem Atas Kematian Siswa SD di Ngada

Atip mengatakan bahwa peristiwa pilu ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi tumbuh kembang anak.

Satuan pendidikan bersama orang tua dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka di mana setiap anak merasa aman untuk mengekspresikan kerentanan mereka. "Memperkuat kepedulian terhadap kondisi emosional anak, serta memastikan setiap anak merasa didengar, dihargai, dan mendapatkan pendampingan yang memadai," imbuh dia.

Oleh karena itu, Atip mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijak serta menghindari penyebaran spekulasi yang berpotensi menambah beban psikologis bagi keluarga korban dan komunitas sekolah.

"Kemendikdasmen menegaskan pentingnya dukungan bersama dari sekolah, keluarga, masyarakat, media, serta pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan suportif bagi anak, sebagai bagian dari upaya pencegahan peristiwa serupa di masa mendatang," tutupnya.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan