home global news

Kemendikdasmen Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Siswa SD di NTT karena Bunuh Diri

Rabu, 04 Februari 2026 - 22:32 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat
Peristiwa seorang anak berusia 10 tahun yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) sungguh menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat luas. Terkait hal ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan belasungkawa.

Bocah yang duduk di kelas IV SD tersebut diketahui mengakhiri hidupnya lantaran orangtuanya tidak mampu membeli buku dan pensil. Hal ini diketahui dari sebuah surat yang ditulis korban sebelum meninggal dunia, dan ditujukan kepada sang ibu.

Sehubungan dengan peristiwa wafatnya bocah tersebut, Kemendikdasmen menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT. Serta menyampaikan empati kepada keluarga, teman, guru, serta seluruh warga sekolah yang terdampak. Peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama.

Kemendikdasmen juga menyoroti peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat serius. Serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.

"Kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Tragedi Ngada Jadi Atensi Nasional, Kemensos dan Kemendikdasmen Usut Kasus Siswa Tak Mampu Beli Pena

Atip menambahkan bahwa berdasarkan kebijakan afirmasi pendidikan, mendiang murid tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), yang dananya telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya