Kopontren Al Ittifaq Bandung Jadi Role Model Kebangkitan Ekonomi Ummat
Mahmuda attar hussein
Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:30 WIB
Kopontren Al Ittifaq. Foto: istimewa
Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Ittifaq, Bandung menjadi role model pengaplikasian koperasi yang memajukan perekonomian desa dan ummat. Koperasi sektor riil yang berdiri sejak 1997 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu, bergerak di sektor agribisnis dengan komoditas utama sayur-mayur dengan aset lebih dari Rp49 miliar.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, melakui konsep itu, koperasi dapat berperan penting selain menjadi agregator, tapi juga sebagai offtaker.
"Dengan konsep ini tidak ada lagi petani yang teriak tidak terserap produknya, karena koperasi yang menyerap. Jadi petani dan peternak tidak pusing untuk pasarkan produk ke mana, karena koperasi yang akan menjadi pasar dan mengolahnya," kata dia dalam kunjungannya ke Kopontren Al Ittifaq, dalam Kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/10).
Baca juga: Berkah Pandemi, Alami Pengurangan Jam Kerja Malah Sukses Bikin Usaha Kerajinan
Kopontren Al Ittifaq telah memiliki aset sebesar Rp49 miliar berdasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020. Dengan anggota sebanyak 1.374 orang berdasarkan informasi dari pengurus dan pengelola.
Selain itu, Kopontren Al Ittifaq tersebut juga memiliki jumlah pegawai sebanyak 33 orang. Juga telah menerima pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp6,3 miliar pada tahun lalu dan saat ini telah disetujui tambahan fasilitas pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp12 miliar.
"Kami akan minta LPDB untuk support, supaya kemampuan Kopontren Al Ittifaq semakin kuat. Pembiayaan dana bergulir ini dapat digunakan untuk modal kerja agribisnis dan investasi pembangunan greenhouse," ujar Teten.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, melakui konsep itu, koperasi dapat berperan penting selain menjadi agregator, tapi juga sebagai offtaker.
"Dengan konsep ini tidak ada lagi petani yang teriak tidak terserap produknya, karena koperasi yang menyerap. Jadi petani dan peternak tidak pusing untuk pasarkan produk ke mana, karena koperasi yang akan menjadi pasar dan mengolahnya," kata dia dalam kunjungannya ke Kopontren Al Ittifaq, dalam Kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/10).
Baca juga: Berkah Pandemi, Alami Pengurangan Jam Kerja Malah Sukses Bikin Usaha Kerajinan
Kopontren Al Ittifaq telah memiliki aset sebesar Rp49 miliar berdasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020. Dengan anggota sebanyak 1.374 orang berdasarkan informasi dari pengurus dan pengelola.
Selain itu, Kopontren Al Ittifaq tersebut juga memiliki jumlah pegawai sebanyak 33 orang. Juga telah menerima pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp6,3 miliar pada tahun lalu dan saat ini telah disetujui tambahan fasilitas pembiayaan LPDB-KUMKM sebesar Rp12 miliar.
"Kami akan minta LPDB untuk support, supaya kemampuan Kopontren Al Ittifaq semakin kuat. Pembiayaan dana bergulir ini dapat digunakan untuk modal kerja agribisnis dan investasi pembangunan greenhouse," ujar Teten.