Tradisi Ruwahan Jelang Ramadhan, Dari Ritual Bersih Makam hingga Sajian Apem
Esti setiyowati
Senin, 09 Februari 2026 - 21:09 WIB
Tradisi Ruwahan Jelang Ramadhan, Dari Ritual Bersih Makam hingga Sajian Apem. Foto: Kalurahan Tamantirto
Menjelang Ramadhan, tradisi ruwahan masih terjaga kelestariannya di Kabupaten Rembang, Jawa Timur. Ruwahan sendiri berasal dari kata 'ruwah' (jamak dari ruh dalam bahasa Arab).
Momen ruwahan yang dilakukan di bulan Sya'ban dimanfaatkan warga Rembang untuk mendoakan arwah leluhur dan mempererat kerukunan warga.
Baca juga: Mengenal Tradisi Ruwahan Masyarakat Jawa pada Bulan Syaban
Menurut budayawan Yon Suprayoga, praktik mendoakan leluhur di bulan Sya'ban ini merupakan warisan leluhur yang mengakar kuat di tanah Jawa, berfungsi sebagai penguat hubungan sosial antarwarga.
“Ruwahan bukan sekadar ritual, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan dan kepedulian sosial,” seperti dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, Senin (9/2/2026).
Yon menambahkan, setiap desa memiliki tata cara pelaksanaan yang berbeda, namun esensi ruwahan tetap sama, yakni mendoakan leluhur dan mempererat tali silaturahmi.
Seperti warga Desa Soditan dan Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Rembang, yang menyajikan kue apem dan ketan sebagai hidangan khas, serta menambahkan jajanan pasar seperti nagasari dan pisang raja.
Momen ruwahan yang dilakukan di bulan Sya'ban dimanfaatkan warga Rembang untuk mendoakan arwah leluhur dan mempererat kerukunan warga.
Baca juga: Mengenal Tradisi Ruwahan Masyarakat Jawa pada Bulan Syaban
Menurut budayawan Yon Suprayoga, praktik mendoakan leluhur di bulan Sya'ban ini merupakan warisan leluhur yang mengakar kuat di tanah Jawa, berfungsi sebagai penguat hubungan sosial antarwarga.
“Ruwahan bukan sekadar ritual, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan dan kepedulian sosial,” seperti dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, Senin (9/2/2026).
Yon menambahkan, setiap desa memiliki tata cara pelaksanaan yang berbeda, namun esensi ruwahan tetap sama, yakni mendoakan leluhur dan mempererat tali silaturahmi.
Seperti warga Desa Soditan dan Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Rembang, yang menyajikan kue apem dan ketan sebagai hidangan khas, serta menambahkan jajanan pasar seperti nagasari dan pisang raja.