LANGIT7.ID, Jakarta -
Ruwahan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang berlangsung pada bulan Syaban atau Ruwah dalam sistem penanggalan lunar. Tradisi yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci
Ramadhan itu termasuk salah satu kegiatan selametan untuk tujuan keselamatan bersama.
Ruwahan adalah
tradisi yang diselenggarakan untuk mendoakan arwah leluhur. Ruwahan biasanya dilakukan di masing-masing rumah warga maupun di masjid atau musala.
Setiap rumah mengadakan kenduri dengan mengundang tetangga sekitar. Dalam kenduri ini, masyarakat melakukan
sedekah dengan membagikan makanan kepada para tetangga.
Baca Juga: Tradisi Berkunjung saat Idul Fitri, Ustadz Dzulqarnain: Sah-sah SajaMakanan yang dibagikan berupa nasi beserta lauk pauk, kolak pisang, kue apem, dan ketan. Sebelum dibagikan, makanan didoakan bersama lebih dahulu. Namun di era modern, Ruwah biasanya dilaksankan dalam tingkat desa atau kabupaten.
Selain kenduri, masyarakat juga melakukan ziarah ke makam para leluhur dan sanak saudara. Tradisi ini mengandung nilai bahwa manusia sering melakukan kesalahan.
Sebagai simbol hubungan horizontal, ada satu makanan khusus yang biasa terdapat dalam Ruwahan, yakni Apem. Kata apem diyakini berasal dari kata bahasa Arab, yaitu afwan atau affuwun yang artinya adalah maaf atau ampunan.
Karena masyarakat Jawa kesulitan untuk mengucapkan kata dalam bahasa Arab tersebut, mereka pun menyebutnya apem. Apem merupakan simbol permohonan ampun kepada Tuhan atas berbagai kesalahan.
Baca Juga:
Silaturahmi dan Ungkapan Syukur, Ini Tradisi Jelang Ramadhan di Indonesia
Empat Selebritis Ini Ungkap Tradisi Jelang dan Saat Ramadhan(gar)