home global news

Menakar Kritik Purbaya: Jalan Terjal Perbankan Syariah Menuju Keadilan Ekonomi

Senin, 16 Februari 2026 - 09:33 WIB
Menakar Kritik Purbaya: Jalan Terjal Perbankan Syariah Menuju Keadilan Ekonomi
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Kritik tajam yang dilontarkan Menteri Keuangan Purbaya terhadap perbankan syariah seharusnya tidak dianggap sebagai serangan, melainkan sebuah alarm bagi industri keuangan syariah untuk berbenah. Inti dari kegelisahan tersebut berakar pada realitas lapangan: apakah perbankan syariah benar-benar telah menghadirkan keadilan ekonomi, ataukah ia hanya sekadar berganti "baju" istilah tanpa substansi yang berbeda dari bank konvensional?

Menyikapi hal ini, perlu ada kejernihan berpikir untuk melihat bahwa perbankan syariah sejatinya bukan sekadar soal ganti nama. Ada pergeseran fundamental dari konsep kredit berbasis bunga menuju pembiayaan berbasis akad jual beli (murabahah) maupun bagi hasil (mudharabah dan musyarakah). Perubahan ini adalah sebuah upaya "hijrah" sistemik dari praktik ribawi menuju transaksi yang dicerahkan oleh nilai-nilai Islam.

Mengapa Pembiayaan Syariah Terasa Lebih Mahal?



Tidak dapat dimungkiri bahwa dalam banyak kasus, biaya pembiayaan di bank syariah memang terasa lebih tinggi dibandingkan bank konvensional. Namun, fenomena ini tidak lahir di ruang hampa. Ada faktor struktural yang melatarbelakanginya:

Skala Bisnis dan Efisiensi: Dengan total aset yang masih jauh di bawah raksasa bank konvensional, biaya operasional per unit produk di bank syariah menjadi lebih tinggi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya