home lifestyle muslim

Belajar dari Film Pendek "Sambung Silaturahmi"

Bahaya Prasangka Buruk di Lingkungan Bertetangga

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:08 WIB
Bahaya Prasangka Buruk di Lingkungan Bertetangga
LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam kehidupan bertetangga, percikan konflik kerap kali tidak bermula dari perbuatan jahat, melainkan dari prasangka buruk atau su'udzon. Menilai keputusan orang lain hanya dari sudut pandang pribadi tanpa mengetahui beban yang sedang mereka pikul adalah sebuah kekeliruan sosial. Realita tentang bahaya penghakiman sepihak ini dipotret dengan sangat tajam dalam drama pendek berjudul "Sambung Silaturahmi".

Situasi krisis sering kali memunculkan sifat asli manusia, termasuk kecenderungan untuk cepat menghakimi. Hal ini tergambar jelas saat insiden mati lampu massal yang melanda pemukiman tersebut. Rio, Tara, dan Bu Lina yang sedang panik karena urusan pekerjaan mereka terhambat, secara sepakat mendatangi rumah Pak Ali untuk menumpang aliran listrik dari genset miliknya.

Alih-alih mendapat bantuan, permohonan mereka ditolak tegas oleh Pak Ali. Penolakan ini memicu kekecewaan luar biasa dari ketiga tetangga mudanya. Tanpa mau menelaah lebih jauh alasan Pak Ali yang menyebut soal "nyawa ikan yang bisa mati", mereka langsung menyematkan label negatif. Di mata mereka, Pak Ali tak lebih dari sekadar sosok tetangga tua yang pelit, kaku, dan sangat egois. Prasangka buruk itu pula yang akhirnya menjustifikasi Rio untuk nekat mencuri aliran listrik secara diam-diam.

Tirai prasangka itu akhirnya runtuh setelah genset jebol dan suasana berubah haru. Rio, Tara, dan Bu Lina baru menyadari bahwa sikap protektif Pak Ali sama sekali bukan karena ia pelit berbagi daya listrik. Genset kecil itu adalah satu-satunya penyambung "napas" bagi ikan-ikan kesayangannya, yang ia namai Agus, Yoyo, dan Dado, sebagai pengobat rindu kepada anak-anak kandungnya yang tak kunjung pulang. Penolakan Pak Ali adalah bentuk naluri seorang ayah yang ingin melindungi "keluarga" satu-satunya di rumah tersebut.

Baca juga: Meruntuhkan Keangkuhan dan Indahnya Saling Memaafkan

Baca juga: Jangan Biarkan Orang Tua Merasa Sepi di Bulan Ramadhan

Berita Lainnya