Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita
Belajar dari Film Pendek "Sambung Silaturahmi"

Bahaya Prasangka Buruk di Lingkungan Bertetangga

tim langit 7 Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:08 WIB
Bahaya Prasangka Buruk di Lingkungan Bertetangga
LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam kehidupan bertetangga, percikan konflik kerap kali tidak bermula dari perbuatan jahat, melainkan dari prasangka buruk atau su'udzon. Menilai keputusan orang lain hanya dari sudut pandang pribadi tanpa mengetahui beban yang sedang mereka pikul adalah sebuah kekeliruan sosial. Realita tentang bahaya penghakiman sepihak ini dipotret dengan sangat tajam dalam drama pendek berjudul "Sambung Silaturahmi".

Situasi krisis sering kali memunculkan sifat asli manusia, termasuk kecenderungan untuk cepat menghakimi. Hal ini tergambar jelas saat insiden mati lampu massal yang melanda pemukiman tersebut. Rio, Tara, dan Bu Lina yang sedang panik karena urusan pekerjaan mereka terhambat, secara sepakat mendatangi rumah Pak Ali untuk menumpang aliran listrik dari genset miliknya.

Alih-alih mendapat bantuan, permohonan mereka ditolak tegas oleh Pak Ali. Penolakan ini memicu kekecewaan luar biasa dari ketiga tetangga mudanya. Tanpa mau menelaah lebih jauh alasan Pak Ali yang menyebut soal "nyawa ikan yang bisa mati", mereka langsung menyematkan label negatif. Di mata mereka, Pak Ali tak lebih dari sekadar sosok tetangga tua yang pelit, kaku, dan sangat egois. Prasangka buruk itu pula yang akhirnya menjustifikasi Rio untuk nekat mencuri aliran listrik secara diam-diam.

Tirai prasangka itu akhirnya runtuh setelah genset jebol dan suasana berubah haru. Rio, Tara, dan Bu Lina baru menyadari bahwa sikap protektif Pak Ali sama sekali bukan karena ia pelit berbagi daya listrik. Genset kecil itu adalah satu-satunya penyambung "napas" bagi ikan-ikan kesayangannya, yang ia namai Agus, Yoyo, dan Dado, sebagai pengobat rindu kepada anak-anak kandungnya yang tak kunjung pulang. Penolakan Pak Ali adalah bentuk naluri seorang ayah yang ingin melindungi "keluarga" satu-satunya di rumah tersebut.

Baca juga: Meruntuhkan Keangkuhan dan Indahnya Saling Memaafkan

Bahaya Prasangka Buruk di Lingkungan Bertetangga

Baca juga: Jangan Biarkan Orang Tua Merasa Sepi di Bulan Ramadhan

Baca juga: Tetangga Adalah Saudara Terdekat Saat Musibah


Fakta ini menjadi pukulan telak yang membongkar bahaya su'udzon. Jauh-jauh hari, Allah SWT telah memperingatkan umat-Nya untuk menghindari sikap mudah curiga dan berprasangka buruk kepada sesama. Dalam Al-Qur'an disebutkan: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang" (QS. Al-Hujurat: 12).

Sejalan dengan ayat tersebut, Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras mengenai kebiasaan menghakimi isi hati orang lain. Beliau bersabda: "Jauhilah oleh kalian prasangka buruk (su'udzon), karena prasangka buruk itu adalah sedusta-dusta pembicaraan." (HR. Bukhari no. 6064 dan Muslim no. 2563). Drama ini membuktikan kebenaran hadits tersebut, di mana tuduhan "pelit" yang dialamatkan kepada Pak Ali ternyata sepenuhnya salah dan dusta.

Kisah kesalahpahaman ini memberikan ruang kontemplasi bahwa setiap orang memiliki pertempuran batinnya masing-masing yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Sebelum menjatuhkan stigma negatif kepada tetangga, Islam selalu mengajarkan umatnya untuk mengedepankan husnudzon (prasangka baik) dan tabayyun (klarifikasi). Pesan mendalam tentang pentingnya membersihkan hati dari prasangka ini berhasil divisualisasikan dengan sangat apik melalui film pendek produksi PT Djarum dan disutradarai Imam Darto.



(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)