home masjid

Meluruskan Polemik Jumlah Rakaat Tarawih: Syaikh Al Utsaimin Tegaskan Standar Sebelas Rakaat Nabi

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:19 WIB
Dialektika mengenai jumlah rakaat ini seharusnya tidak memecah belah saf umat. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Gema takbir yang bersahut-sahutan di seantero negeri setiap malam Ramadhan sering kali membawa serta sebuah diskusi lama yang tak kunjung usai: berapa sesungguhnya jumlah rakaat shalat tarawih yang sesuai dengan tuntunan?

Persoalan ini bukan sekadar hitung-hitungan angka di atas sajadah, melainkan sebuah penelusuran mendalam terhadap jejak sejarah dan validitas riwayat yang ditinggalkan oleh sang pembawa risalah.

Dalam khazanah literatur Islam, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin melalui karya monumentalnya, Majmu Fatawa Wa Rasail, pernah memberikan catatan kritis terhadap sebuah risalah yang beredar di masyarakat.

Beliau menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang bersandar pada riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan shalat dua puluh rakaat di bulan Ramadhan.

Namun, bagi para pakar hadits, klaim angka dua puluh tersebut memiliki cacat dalam jalur periwayatannya. Ibnu Hajar Al Asqalani, sang maestro pensyarah Shahih Bukhari, secara tegas menyatakan bahwa isnad atau jalur transmisi hadits tersebut lemah. Bahkan, riwayat dua puluh rakaat itu dinilai bertentangan dengan kesaksian Aisyah radhiyallahu anha, sosok yang paling otoritatif dalam mengamati aktivitas ibadah malam Nabi di dalam rumah.

Landasan utama yang menjadi pegangan para ulama hadits adalah dialog antara Abu Salamah bin Abdurrahman dengan Aisyah. Saat ditanya mengenai shalat malam Nabi di bulan Ramadhan, ibunda kaum mukminin itu menjawab dengan sangat presisi:

مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya