Ramadhan Bercahaya
Merawat Tenun Kebangsaan lewat Surah Al-Hujurat, Pesan Prof Zuly Qodir di Masjid UGM
Esti setiyowati
Sabtu, 28 Februari 2026 - 06:00 WIB
Merawat Tenun Kebangsaan lewat Surah Al-Hujurat, Pesan Prof Zuly Qodir di Masjid UGM. Foto: tangkapan layar.
Dalam rangkaian ceramah Ramadan di Kampus UGM 1447 H, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY,Prof Dr Zuly Qodir, menekankan bahwa keragaman yang ada di Indonesia bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sunatullah (ketentuan Allah).
Di mimbar Ramadhan Public Lecture yang digelar di Masjid Kampus UGM pada Jumat, 27 Februari 2026, Prof Zuly memaparkan bagaimana nilai-nilai Islam seharusnya menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif seperti tertulis dalam surah Al Hujurat.
Baca juga: Benteng Antikorupsi: Wakil Ketua KPK Tekankan Kejujuran dan Hidup Sederhana
Prof Zuly menegaskan bahwa Indonesia diciptakan sebagai bangsa yang majemuk. Karenanya, bahwa ada gagasan yang menginginkan Indonesia menjadi seragam, misalnya hanya dihuni oleh satu agama saja, hal itu justru bertentangan dengan sunatullah (ketentuan Allah).
Mengacu pada pandangan tokoh bangsa seperti Cak Nur dan Gus Dur, ia menekankan bahwa Islam adalah agama yang mengayomi. Siapa pun yang beriman kepada Allah dan mengamalkan kebajikan akan merasakan indahnya surga, sehingga tidak ada ruang untuk merasa paling benar sendiri.
Kritik Terhadap Etika Politik dan Sosial
Dalam ceramahnya, Prof Zuly menyoroti kondisi sosial politik saat ini. Ia mengaku prihatin ketika melihat sesama anggota partai atau kelompok saling "gontok-gontokan" hanya demi kursi dapil.
Di mimbar Ramadhan Public Lecture yang digelar di Masjid Kampus UGM pada Jumat, 27 Februari 2026, Prof Zuly memaparkan bagaimana nilai-nilai Islam seharusnya menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif seperti tertulis dalam surah Al Hujurat.
Baca juga: Benteng Antikorupsi: Wakil Ketua KPK Tekankan Kejujuran dan Hidup Sederhana
Prof Zuly menegaskan bahwa Indonesia diciptakan sebagai bangsa yang majemuk. Karenanya, bahwa ada gagasan yang menginginkan Indonesia menjadi seragam, misalnya hanya dihuni oleh satu agama saja, hal itu justru bertentangan dengan sunatullah (ketentuan Allah).
Mengacu pada pandangan tokoh bangsa seperti Cak Nur dan Gus Dur, ia menekankan bahwa Islam adalah agama yang mengayomi. Siapa pun yang beriman kepada Allah dan mengamalkan kebajikan akan merasakan indahnya surga, sehingga tidak ada ruang untuk merasa paling benar sendiri.
Kritik Terhadap Etika Politik dan Sosial
Dalam ceramahnya, Prof Zuly menyoroti kondisi sosial politik saat ini. Ia mengaku prihatin ketika melihat sesama anggota partai atau kelompok saling "gontok-gontokan" hanya demi kursi dapil.