Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Berjanji Akan Balas Dendam ke AS dan Israel
Lusi mahgriefie
Ahad, 01 Maret 2026 - 13:34 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal akibat serangan AS dan Israel. Foto: ist
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berjanji bahwa angkatan bersenjata Iran akan segera membalas lagi dengan serangan terbesar mereka terhadap pangkalan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan AS dan Israel, Sabtu (28/2).
Sirene serangan udara berulang kali berbunyi di seluruh Israel pada Minggu pagi, memperingatkan penduduk akan serangan yang akan datang. Di Tel Aviv, serangkaian ledakan terdengar ketika sistem pertahanan udara canggih Israel berusaha mencegat serangan terbaru Iran. Melansir Canberra Times, Minggu (1/3/2026).
Tidak ada laporan langsung tentang kerusakan atau korban luka. Saksi mata di kota-kota Teluk Dubai dan Doha mendengar beberapa ledakan keras.
Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Fars, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Khamenei.
"Kita telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya," bunyi pernyataan tersebut, dikutip Minggu (1/3).
Baca juga:Konfirmasi Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
IRGC menilai kematian Khamenei sebagai "kemartiran di tangan teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan," yang disebut justru menegaskan legitimasi serta pengabdian sang pemimpin. "Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka," kata IRGC.
Sirene serangan udara berulang kali berbunyi di seluruh Israel pada Minggu pagi, memperingatkan penduduk akan serangan yang akan datang. Di Tel Aviv, serangkaian ledakan terdengar ketika sistem pertahanan udara canggih Israel berusaha mencegat serangan terbaru Iran. Melansir Canberra Times, Minggu (1/3/2026).
Tidak ada laporan langsung tentang kerusakan atau korban luka. Saksi mata di kota-kota Teluk Dubai dan Doha mendengar beberapa ledakan keras.
Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Fars, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Khamenei.
"Kita telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya," bunyi pernyataan tersebut, dikutip Minggu (1/3).
Baca juga:Konfirmasi Ayatollah Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung
IRGC menilai kematian Khamenei sebagai "kemartiran di tangan teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan," yang disebut justru menegaskan legitimasi serta pengabdian sang pemimpin. "Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka," kata IRGC.