Lebih dari 1 Juta Warga Amerika di Iran, Pemerintah AS Berupaya Keras Mengevakuasi
Lusi mahgriefie
Kamis, 05 Maret 2026 - 08:31 WIB
Foto: ist
Upaya evakuasi warga Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dilakukan di tengah pertukaran rudal dan drone yang terus berlanjut dan telah menutup wilayah Udara, sehingga mengurangi pilihan penerbangan komersial.
Ada lebih dari satu juta warga AS di Timur Tengah, dan ribuan orang di antaranya berupaya meninggalkan wilayah tersebut beberapa hari setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan evakuasi warga Amerika adalah tujuan utama pemerintahan Trump.
"Membawa setiap warga Amerika pulang adalah prioritas Amerika Serikat," kata Leavitt melansir wsaw.com, Kamis (5/3/2026).
Baca juga:Kapal Drone Kamikaze Iran Berhasil Melakukan Serangan Pertama dalam Perang
Saat warga AS berjuang mencari jalan keluar dari wilayah tersebut, Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya sedang memesan tiket pesawat komersial, menyewa penerbangan, dan mengatur transportasi darat ke bandara yang beroperasi bagi warga Amerika yang ingin meninggalkan wilayah tersebut.
Para pejabat mengatakan, langkah pertama adalah bagi mereka yang berada di wilayah tersebut untuk melakukan kontak.
Ada lebih dari satu juta warga AS di Timur Tengah, dan ribuan orang di antaranya berupaya meninggalkan wilayah tersebut beberapa hari setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan evakuasi warga Amerika adalah tujuan utama pemerintahan Trump.
"Membawa setiap warga Amerika pulang adalah prioritas Amerika Serikat," kata Leavitt melansir wsaw.com, Kamis (5/3/2026).
Baca juga:Kapal Drone Kamikaze Iran Berhasil Melakukan Serangan Pertama dalam Perang
Saat warga AS berjuang mencari jalan keluar dari wilayah tersebut, Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya sedang memesan tiket pesawat komersial, menyewa penerbangan, dan mengatur transportasi darat ke bandara yang beroperasi bagi warga Amerika yang ingin meninggalkan wilayah tersebut.
Para pejabat mengatakan, langkah pertama adalah bagi mereka yang berada di wilayah tersebut untuk melakukan kontak.