Ramadhan Bercahaya
Tausiyah di UGM, Mahfud MD Singgung Oligarki dan Turunnya Kualitas Demokrasi
Esti setiyowati
Ahad, 08 Maret 2026 - 06:00 WIB
Tausiyah di UGM, Mahfud MD Singgung Oligarki dan Turunnya Kualitas Demokrasi. Foto: RDK UGM
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Pesan itu disampaikannya dalam tausiyah di mimbar Ramadhan Public Lecture bertema “Indonesia Pasca-Reformasi: Masihkah Rakyat yang Berdaulat” di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Baca juga: Din Syamsuddin: Nuzulul Quran Mengandung Misi Transformasi Sosial
Dalam ceramah yang disampaikan pada Jumat (7/3/2026) tersebut, Mahfud mengajak masyarakat melihat persoalan kedaulatan dari sudut pandang sejarah. Menurutnya, sejarah menyimpan pesan perjuangan yang berulang dalam perjalanan umat manusia.
“Kalau ingin sukses, lihatlah sejarah masa lalu. Apa yang pernah kita capai dan apa yang gagal kita raih,” kata Mahfud.
Ia mengingatkan pesan Presiden Soekarno tentang Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
Bagi Mahfud, sejarah membuktikan bahwa bangsa yang dipimpin oleh orang baik akan menjadi kuat, sedangkan bangsa yang diatur oleh pemimpin yang buruk akan mengalami kemunduran bahkan kehancuran.
Pesan itu disampaikannya dalam tausiyah di mimbar Ramadhan Public Lecture bertema “Indonesia Pasca-Reformasi: Masihkah Rakyat yang Berdaulat” di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Baca juga: Din Syamsuddin: Nuzulul Quran Mengandung Misi Transformasi Sosial
Dalam ceramah yang disampaikan pada Jumat (7/3/2026) tersebut, Mahfud mengajak masyarakat melihat persoalan kedaulatan dari sudut pandang sejarah. Menurutnya, sejarah menyimpan pesan perjuangan yang berulang dalam perjalanan umat manusia.
“Kalau ingin sukses, lihatlah sejarah masa lalu. Apa yang pernah kita capai dan apa yang gagal kita raih,” kata Mahfud.
Ia mengingatkan pesan Presiden Soekarno tentang Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
Bagi Mahfud, sejarah membuktikan bahwa bangsa yang dipimpin oleh orang baik akan menjadi kuat, sedangkan bangsa yang diatur oleh pemimpin yang buruk akan mengalami kemunduran bahkan kehancuran.