Direktur Penelitian Universitas Gadjah Mada, Mirwan Ushada, menegaskan bahwa riset dan inovasi tidak semestinya hanya ditujukan untuk kepentingan individu atau bangsa semata, tetapi juga harus memberi manfaat luas bagi manusia, makhluk hidup, dan lingkungan.
Dalam ceramah bertajuk Masa Depan Bangsa di Piring Anak: Menyelamatkan Generasi dari Stunting, ia menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan persoalan masa depan bangsa.
Dalam ceramah bertajuk Peran Civil Society dan Gerakan Islam dalam Penegakan Supremasi Hukum, ia mengajak umat Islam melihat kembali hubungan antara nilai-nilai Islam, masyarakat sipil, dan cita-cita keadilan dalam kehidupan bernegara.
Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Elan Satriawan, menyampaikan tausiyah bertajuk Menakar Efisiensi Belanja Pembangunan Manusia Indonesia.
Dalam ceramahnya di mimbar Ramadhan Public Lecture, ia mengangkat tema Merekonstruksi Budaya Ilmu di Tengah Kepungan Diabolisme, yang menyoroti bagaimana pengaruh kejahatan dan tipu daya setan dapat memengaruhi cara berpikir manusia, termasuk dalam kehidupan sosial dan intelektual.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Dalam ceramah yang mengangkat tema Hermeneutika Nuzulul Quran: Membaca Kembali Misi Transformasi Sosial dalam Konteks Modernitas, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu menjelaskan bahwa pendekatan hermeneutika dapat membantu umat Islam memahami makna mendalam dari peristiwa turunnya Al-Quran.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), hadir dalam forum Ramadan Public Lecture untuk membedah tema krusial, Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar.-
Lewat mimbar Ramadhan Public Lecture, Kepala Paradigma Profetik Masjid Kampus UGM, Dr Arqom Kuswanjono mengajak kita merenung kembali, benarkah agama dan ilmu harus berjalan di jalan yang berbeda?
Di tengah dunia yang kian bising oleh teknologi dan perdebatan kebebasan, (Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Periode 2020-2024) Dr Rizal Mustanyir mengajak kembali merenungi satu pertanyaan mendasar: apa arti menjadi manusia?
Inilah pokok gagasan yang disampaikan Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, dalam ceramah bertajuk Dari Diferensiasi ke Integrasi Kecerdasan dan Kemanusiaan dalam Praktik Kehidupan pada rangkaian Public Lecture Ramadan di Masjid Kampus UGM, Senin (2/3/2026).
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira Adhinegara, memberikan peringatan keras terkait arah kebijakan ekonomi nasional yang dinilai kian menjauh dari realitas rakyat kecil.
Menurut Shofwan Al Banna, kondisi hari ini merupakan arus balik sejarah, yang berupaya secara sistematis untuk mengembalikan tatanan dunia ke awal abad ke-20, di mana hierarki kolonial dan supremasi kulit putih menjadi panglima.