Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home masjid detail berita
Ramadhan Bercahaya

Merekonstruksi Budaya Ilmu di Tengah Kepungan Diabolisme

esti setiyowati Senin, 09 Maret 2026 - 06:00 WIB
Merekonstruksi Budaya Ilmu di Tengah Kepungan Diabolisme
Merekonstruksi Budaya Ilmu di Tengah Kepungan Diabolisme. Foto: RDK UGM.
LANGIT7.ID-, Yogyakarta - Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations, Syamsuddin Arif, menyampaikan tausiyah di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta, pada Ahad (8/3/2026).

Dalam ceramahnya di mimbar Ramadhan Public Lecture, ia mengangkat tema “Merekonstruksi Budaya Ilmu di Tengah Kepungan Diabolisme”, yang menyoroti bagaimana pengaruh kejahatan dan tipu daya setan dapat memengaruhi cara berpikir manusia, termasuk dalam kehidupan sosial dan intelektual.

Syamsuddin menjelaskan bahwa Al-Qur'an berulang kali mengingatkan manusia tentang keberadaan setan sebagai musuh yang nyata. Ia menyebutkan bahwa kata “setan” disebutkan sebanyak 88 kali dalam Al-Qur’an, sedangkan kata yang merujuk pada iblis muncul sebanyak 11 kali.

Baca juga: Tausiyah di UGM, Mahfud MD Singgung Oligarki dan Turunnya Kualitas Demokrasi

Menurut Syamsuddin, penting bagi umat Islam memahami perbedaan antara iblis dan setan. Para ulama, kata dia, menjelaskan bahwa iblis adalah nama individu, sementara setan merupakan kategori yang lebih luas.

“Iblis itu setan, tetapi setan belum tentu iblis. Ada setan yang bukan iblis,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia kemudian mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang berpesan agar manusia berlindung kepada Allah dari setan yang berasal dari golongan jin maupun manusia.

Selain itu, Syamsuddin juga menyinggung pesan dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Yasin, yang mengingatkan bahwa setan adalah musuh manusia. Karena itu, manusia diingatkan agar tidak menyembah, menghamba, atau mengabdi kepada setan.

Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini, termasuk di Indonesia. Ia menilai bahwa dalam berbagai persoalan, baik ekonomi maupun politik di tingkat lokal dan internasional, sering kali tampak pengaruh-pengaruh yang menyesatkan manusia dari jalan kebenaran.

Syamsuddin menjelaskan, pada prinsipnya setan memiliki tiga cara utama untuk memengaruhi manusia. Pertama adalah menyesatkan manusia agar menyimpang dari tujuan hidupnya. Padahal, kata dia, tujuan hidup manusia adalah mencari dan menemukan kebenaran serta kebaikan.

Baca juga: Din Syamsuddin: Nuzulul Quran Mengandung Misi Transformasi Sosial

“Apabila manusia tidak berhasil mendapatkan kebenaran dan tidak berhasil menemukan kebaikan, berarti ia sudah terpengaruh oleh setan,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan tiga jalan yang kerap digunakan setan dalam menggoda manusia, yakni syubhat, syahwat, dan khuthuwat.

Syubhat, jelasnya, merujuk pada keadaan yang serba samar dan tidak jelas, sehingga membuat manusia bingung membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang halal dan yang haram.

Adapun syahwat adalah dorongan keinginan atau nafsu yang sangat kuat terhadap sesuatu, yang dapat membuat manusia kehilangan kendali dan pertimbangan moral.

Sementara itu, khuthuwat berarti langkah demi langkah. Menurut Syamsuddin, godaan setan tidak selalu datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap yang sabar dan telaten hingga manusia akhirnya terjerumus.

Di akhir tausiyahnya, Syamsuddin mengingatkan kaum Muslimin agar senantiasa waspada sepanjang hayat. Ia mengajak umat Islam untuk terus memperkuat ketakwaan agar mampu menahan diri dari tiga bentuk godaan tersebut.

“Dengan takwa, manusia akan selalu ingat kepada Allah dan mampu menjaga diri dari tipu daya setan,” ujarnya. (Kerjasama RDK UGM dan LANGIT7.ID).

Baca juga: Strategi Diplomasi Indonesia ala Jusuf Kalla di Tengah Arus Multipolar

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)