home global news

Perkuat Akses Kebudayaan Inklusif, Menteri Kebudayaan Resmikan Ruang Pamer Museum Sejarah Al-Qur’an

Ahad, 08 Maret 2026 - 18:05 WIB
Perkuat Akses Kebudayaan Inklusif, Menteri Kebudayaan Resmikan Ruang Pamer Museum Sejarah Al-Quran
LANGIT7.ID-Deli Serdang; Kementerian Kebudayaan terus memperkuat infrastruktur kebudayaan sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam rangkaian kunjungan kerja di Sumatra Utara, saat meresmikan Ruang Pameran Museum Sejarah Al-Qur’an yang merupakan bagian dari dukungan dari Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan.



Mengawali sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa sebagai negara megadiversity, Indonesia memiliki potensi untuk menghidupkan narasi kebudayaan melalui berbagai aktivasi di ruang publik. “Sebagai negara dengan ragam ekspresi budaya peninggalan warisan budaya yang kita sebut megadiversity, kita berharap ada narasi literasi yang hidup di tengah-tengah masyarakat melalui museum dan juga berbagai sanggar-sanggar yang menghidupkan aktivasi ruang publik dan juga banyak hal yang lainnya,” tegas Fadli Zon dalam keterangan resmi, Minggu (8/3/2026).



Menbud Fadli juga menyarankan tata pamer Museum Sejarah Al-Qur'an yang modern dan tematik untuk menarik generasi muda yang menuntut pengalaman belajar yang interaktif dengan memanfaatkan teknologi, pencahayaan yang tepat, serta narasi yang jelas. Tata pamer merupakan aspek yang penting agar generasi muda dapat merasakan pengalaman belajar yang menarik, mendalam, dan relevan dengan perkembangan zaman.



Pada kesempatan yang sama, Ketua Pembina Museum Sejarah Al-Qur'an, Sabrina, menyampaikan bahwa Museum Sejarah Al-Qur'an merupakan salah satu upaya untuk melestarikan peradaban Islam di Sumatra Utara. “Saya juga menyatakan bahwa kehadiran peradaban Islam, khususnya Al-Qur'an ini, secara budaya dan secara agama wajib kita lestarikan,” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya