Muhammadiyah Resmi Dirikan PCM Grand Wisata, Kawasan Modern 1.500 Hektar Kini Punya Cabang Baru
Dwi sasongko
Senin, 09 Maret 2026 - 11:32 WIB
Muhammadiyah Resmi Dirikan PCM Grand Wisata, Kawasan Modern 1.500 Hektar Kini Punya Cabang Baru
LANGIT7.ID-Bekasi; Kawasan perumahan modern Grand Wisata Bekasi kini resmi memiliki Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sendiri. Surat Keputusan (SK) pembentukannya telah diterbitkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat dengan Nomor: 21/KEP/ILO/B/2026 pada 15 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 4 Maret 2026 M.
Penerbitan SK tersebut tentu bukan sekadar formalitas belaka. Ia merupakan buah dari rekomendasi yang diberikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bekasi, sekaligus menandai babak baru bagi warga Muhammadiyah di kawasan tersebut. Status yang dinaikkan dari sebelumnya hanya ranting menjadi cabang ini membawa konsekuensi perluasan tanggung jawab dakwah.
"Bukan hanya berkah kenaikan status, tetapi ini perluasan tanggung jawab untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya di Grand Wisata Bekasi," demikian semangat yang mengemuka dari warga setempat.
Wilayah kerja PCM Grand Wisata terbentang luas mencakup seluruh Perumahan Modern Grand Wisata Bekasi. Luas kawasannya mencapai sekitar 1.500 hektar, membentang di dua wilayah daerah tingkat dua, yakni Kotamadya Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Secara administratif, kawasan ini masuk dalam tiga kecamatan: Tambun Selatan, Mustika Jaya, dan Setu.
Sebagai kota mandiri, Grand Wisata memang telah menjelma menjadi pusat konsentrasi pengembangan perumahan, pelayanan umum, industri jasa, dan perdagangan. Kehadirannya jelas membawa dampak positif berupa kegiatan ekonomi perkotaan yang menyerap lapangan kerja bagi para urban.
Namun, di balik gemerlapnya kawasan modern, selalu ada tantangan yang mengintai. Kesenjangan ekonomi dengan penduduk asli sekitar kawasan, serta dinamika interaksi sosial antara warga lama dan pendatang, menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan.
Di sinilah peran strategis Muhammadiyah dinantikan. PDM Bekasi dalam rekomendasinya menilai keberadaan organisasi ini sangat diperlukan untuk berkontribusi positif melalui berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tujuannya mulia: menjembatani kesenjangan dan memperkuat kohesi sosial di kawasan tersebut.
Penerbitan SK tersebut tentu bukan sekadar formalitas belaka. Ia merupakan buah dari rekomendasi yang diberikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bekasi, sekaligus menandai babak baru bagi warga Muhammadiyah di kawasan tersebut. Status yang dinaikkan dari sebelumnya hanya ranting menjadi cabang ini membawa konsekuensi perluasan tanggung jawab dakwah.
"Bukan hanya berkah kenaikan status, tetapi ini perluasan tanggung jawab untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya di Grand Wisata Bekasi," demikian semangat yang mengemuka dari warga setempat.
Wilayah kerja PCM Grand Wisata terbentang luas mencakup seluruh Perumahan Modern Grand Wisata Bekasi. Luas kawasannya mencapai sekitar 1.500 hektar, membentang di dua wilayah daerah tingkat dua, yakni Kotamadya Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Secara administratif, kawasan ini masuk dalam tiga kecamatan: Tambun Selatan, Mustika Jaya, dan Setu.
Sebagai kota mandiri, Grand Wisata memang telah menjelma menjadi pusat konsentrasi pengembangan perumahan, pelayanan umum, industri jasa, dan perdagangan. Kehadirannya jelas membawa dampak positif berupa kegiatan ekonomi perkotaan yang menyerap lapangan kerja bagi para urban.
Namun, di balik gemerlapnya kawasan modern, selalu ada tantangan yang mengintai. Kesenjangan ekonomi dengan penduduk asli sekitar kawasan, serta dinamika interaksi sosial antara warga lama dan pendatang, menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan.
Di sinilah peran strategis Muhammadiyah dinantikan. PDM Bekasi dalam rekomendasinya menilai keberadaan organisasi ini sangat diperlukan untuk berkontribusi positif melalui berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tujuannya mulia: menjembatani kesenjangan dan memperkuat kohesi sosial di kawasan tersebut.