Trump Sesumbar Perang Segera Berakhir, Iran Balik Ancam Tak Akan Ekspor Minyak
Lusi mahgriefie
Selasa, 10 Maret 2026 - 11:03 WIB
Trump Sesumbar Perang Segera Berakhir, Iran Balik Ancam Tak Akan Ekspor Minyak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar mengatakan bahwa ia memperkirakan perang di Iran akan segera berakhir, karena telah menyebabkan kehancuran di Iran.
Berbicara kepada media di Doral, Florida, Trump mengklaim bahwa AS dan Israel telah menyerang 5.000 target sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh.
Trump berbicara ketika kelompok garis keras Iran menunjukkan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei yang merupakan putra mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
Pengangkatan Mojtaba dikonfirmasi pada hari Minggu (8/3/2026), di tengah serangan AS-Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, daerah sipil, dan infrastruktur penting, seperti kilang minyak dan pabrik desalinasi.
Baca juga:Mengulik Sosok Mojtaba Khamenei, Miliader dan Misterius dalam Dunia Politik
Meskipun Trump tampaknya mengatakan permusuhan akan segera berakhir, ia tetap mengancam serangan yang lebih besar terhadap Iran jika terus memblokir pengiriman di Selat Hormuz, yang telah menyebabkan lonjakan besar harga minyak, dengan minyak mentah Brent, patokan internasional dimana pada satu titik mencapai lebih dari USD119 per barel.
"Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global. Dan jika Iran melakukan sesuatu untuk itu, mereka akan dihantam dengan tingkat yang jauh lebih berat," kata Trump melansir Aljazeera, Selasa (10/3/2026).
Berbicara kepada media di Doral, Florida, Trump mengklaim bahwa AS dan Israel telah menyerang 5.000 target sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh.
Trump berbicara ketika kelompok garis keras Iran menunjukkan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei yang merupakan putra mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
Pengangkatan Mojtaba dikonfirmasi pada hari Minggu (8/3/2026), di tengah serangan AS-Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, daerah sipil, dan infrastruktur penting, seperti kilang minyak dan pabrik desalinasi.
Baca juga:Mengulik Sosok Mojtaba Khamenei, Miliader dan Misterius dalam Dunia Politik
Meskipun Trump tampaknya mengatakan permusuhan akan segera berakhir, ia tetap mengancam serangan yang lebih besar terhadap Iran jika terus memblokir pengiriman di Selat Hormuz, yang telah menyebabkan lonjakan besar harga minyak, dengan minyak mentah Brent, patokan internasional dimana pada satu titik mencapai lebih dari USD119 per barel.
"Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global. Dan jika Iran melakukan sesuatu untuk itu, mereka akan dihantam dengan tingkat yang jauh lebih berat," kata Trump melansir Aljazeera, Selasa (10/3/2026).