LANGIT7.ID-, New York - Presiden
Amerika Serikat Donald Trump sesumbar mengatakan bahwa ia memperkirakan perang di Iran akan segera berakhir, karena telah menyebabkan kehancuran di Iran.
Berbicara kepada media di Doral, Florida, Trump mengklaim bahwa AS dan Israel telah menyerang 5.000 target sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh.
Trump berbicara ketika kelompok garis keras Iran menunjukkan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei yang merupakan putra mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
Pengangkatan Mojtaba dikonfirmasi pada hari Minggu (8/3/2026), di tengah serangan AS-Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, daerah sipil, dan infrastruktur penting, seperti kilang minyak dan pabrik desalinasi.
Baca juga: Mengulik Sosok Mojtaba Khamenei, Miliader dan Misterius dalam Dunia PolitikMeskipun Trump tampaknya mengatakan permusuhan akan segera berakhir, ia tetap mengancam serangan yang lebih besar terhadap Iran jika terus memblokir pengiriman di Selat Hormuz, yang telah menyebabkan lonjakan besar harga minyak, dengan minyak mentah Brent, patokan internasional dimana pada satu titik mencapai lebih dari USD119 per barel.
"Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global. Dan jika Iran melakukan sesuatu untuk itu, mereka akan dihantam dengan tingkat yang jauh lebih berat," kata Trump melansir Aljazeera, Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan AS mengakhiri ancaman di Selat Hormuz, menawarkan asuransi risiko politik kepada kapal tanker yang beroperasi di Teluk, dan menegaskan, "Mungkin kita akan ikut bersama mereka untuk perlindungan".
Trump juga mengatakan bahwa AS dan Israel terus menargetkan persediaan drone dan rudal Iran. "Mulai hari ini, kita tahu semua tempat mereka memproduksi drone, dan mereka dihantam satu demi satu," katanya seraya menambahkan bahwa "kemampuan rudal" negara itu turun menjadi sekira 10 persen, atau bahkan kurang.
Baca juga: Kepanikan Amerika Atas Bantuan Inteljen Rusia Kepada Iran: Bisa Deteksi Pergerakan Kekuatan AS di Timur TengahTanggapan IranKorps Garda Revolusi Iran telah menanggapi komentar Trump yang mengatakan perang di Iran akan segera berakhir, dan menyebut merekalah yang akan "menentukan akhir perang".
Teheran langsung mengeluarkan pernyataan tegas bahwa tidak akan mengizinkan "satu liter minyak pun" diekspor dari wilayah tersebut, jika serangan AS dan Israel terus berlanjut, kata IRGC, menurut Reuters, dikutip dari BBC.
Harga minyak telah berfluktuasi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, yang sangat penting bagi pasar energi global karena sekitar seperlima minyak dunia melewati jalur air yang sempit tersebut. (*/lsi/aljazeera/bbc).
(lsi)