Silaturahmi Lintas Negara
Di Tengah Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Indonesia di Yordania Jalani Ramadhan dengan Tenang
Esti setiyowati
Rabu, 11 Maret 2026 - 12:15 WIB
Di Tengah Konflik IranIsrael, Mahasiswa Indonesia di Yordania Jalani Ramadhan dengan Tenang. Foto: dok pribadi
Ketegangan konflik antara Iran dengan aliansi Israel dan Amerika Serikat tidak hanya menjadi sorotan politik internasional, tetapi juga memunculkan kewaspadaan di sejumlah negara kawasan Timur Tengah.
Salah satunya adalah Yordania, yang meskipun tidak berada di garis depan konflik, tetap merasakan dampak situasi tersebut.
Pemerintah Yordania diketahui menerapkan sistem peringatan dini melalui sirine kepada masyarakat. Sirine tersebut dibunyikan ketika ada rudal yang melintas di wilayah tertentu.
Baca juga: Dua Tradisi, Satu Kemenangan: Memotret Wajah Idulfitri di Madinah Lewat Mata Mahasiswa Indonesia
Sirine ini bertujuan memperingatkan warga akan potensi bahaya dari puing-puing jatuh atau serangan
Bagi warga dan para pelajar yang tinggal di sana, bunyi sirine itu menjadi penanda kewaspadaan sekaligus pengingat bahwa ketegangan kawasan masih berlangsung.
Meski demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan relatif normal, termasuk pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Teuku Muhammad Fazasy (24), mahasiswa asal Bengkulu yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Yarmouk.
Salah satunya adalah Yordania, yang meskipun tidak berada di garis depan konflik, tetap merasakan dampak situasi tersebut.
Pemerintah Yordania diketahui menerapkan sistem peringatan dini melalui sirine kepada masyarakat. Sirine tersebut dibunyikan ketika ada rudal yang melintas di wilayah tertentu.
Baca juga: Dua Tradisi, Satu Kemenangan: Memotret Wajah Idulfitri di Madinah Lewat Mata Mahasiswa Indonesia
Sirine ini bertujuan memperingatkan warga akan potensi bahaya dari puing-puing jatuh atau serangan
Bagi warga dan para pelajar yang tinggal di sana, bunyi sirine itu menjadi penanda kewaspadaan sekaligus pengingat bahwa ketegangan kawasan masih berlangsung.
Meski demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan relatif normal, termasuk pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Teuku Muhammad Fazasy (24), mahasiswa asal Bengkulu yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Yarmouk.