Kementerian Kebudayaan Gelar Buka Puasa Bersama, Fadli Zon Tekankan Kebersamaan dan Persatuan Bangsa
Tim langit 7
Kamis, 12 Maret 2026 - 06:10 WIB
Kementerian Kebudayaan Gelar Buka Puasa Bersama, Fadli Zon Tekankan Kebersamaan dan Persatuan Bangsa
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar Kementerian Kebudayaan pada Ramadan ke-22. Acara yang digelar di Plaza Insan Berprestasi, ini sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa tradisi buka puasa bersama merupakan bagian dari praktik budaya yang mengandung nilai kebersamaan dan silaturahmi. Ia menjelaskan bahwa tradisiiftar bahkan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang diajukan oleh sejumlah negara.
“Buka puasa bersama atauiftartelah menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang didaftarkan oleh sejumlah negara. Di Indonesia sendiri, tradisiiftarjuga telah berlangsung lama dengan berbagai bentuk, salah satunya seperti kegiatan silaturahmi yang diisi dengan ceramah dan ditutup dengan buka puasa bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Menbud menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama di lingkungan Kementerian Kebudayaan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat kekompakan keluarga besar kementerian. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam merayakan berbagai hari besar keagamaan yang ada di Indonesia, baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, maupun kepercayaan lainnya.
Lebih lanjut, Menbud Fadli Zon menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang justru memperkuat persatuan. Keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menurutnya, perlu terus dijaga sebagai kekuatan yang mempersatukan masyarakat di tengah perbedaan.
“Kita adalah negara yang memang berbeda-beda tetapi tetap satu. Keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kekayaan kita.Megadiversityyang kita miliki bukan sesuatu yang mengancam persatuan, justru menjadibinding powerdanenergizing forceyang memperkuat bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga menyinggung situasi global yang tengah diwarnai berbagai konflik yang berdampak pada kondisi ekonomi dunia. Ia mengingatkan bahwa Indonesia patut bersyukur karena hingga saat ini tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif, sehingga stabilitas dan keharmonisan bangsa perlu terus dijaga bersama, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan penguatan silaturahmi dan semangat saling memaafkan menjelang Idulfitri.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa tradisi buka puasa bersama merupakan bagian dari praktik budaya yang mengandung nilai kebersamaan dan silaturahmi. Ia menjelaskan bahwa tradisiiftar bahkan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang diajukan oleh sejumlah negara.
“Buka puasa bersama atauiftartelah menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang didaftarkan oleh sejumlah negara. Di Indonesia sendiri, tradisiiftarjuga telah berlangsung lama dengan berbagai bentuk, salah satunya seperti kegiatan silaturahmi yang diisi dengan ceramah dan ditutup dengan buka puasa bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Menbud menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama di lingkungan Kementerian Kebudayaan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat kekompakan keluarga besar kementerian. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam merayakan berbagai hari besar keagamaan yang ada di Indonesia, baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, maupun kepercayaan lainnya.
Lebih lanjut, Menbud Fadli Zon menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang justru memperkuat persatuan. Keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menurutnya, perlu terus dijaga sebagai kekuatan yang mempersatukan masyarakat di tengah perbedaan.
“Kita adalah negara yang memang berbeda-beda tetapi tetap satu. Keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kekayaan kita.Megadiversityyang kita miliki bukan sesuatu yang mengancam persatuan, justru menjadibinding powerdanenergizing forceyang memperkuat bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga menyinggung situasi global yang tengah diwarnai berbagai konflik yang berdampak pada kondisi ekonomi dunia. Ia mengingatkan bahwa Indonesia patut bersyukur karena hingga saat ini tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif, sehingga stabilitas dan keharmonisan bangsa perlu terus dijaga bersama, terlebih di bulan Ramadan yang identik dengan penguatan silaturahmi dan semangat saling memaafkan menjelang Idulfitri.