Ramadhan Bercahaya
Riset dan Inovasi Harus Jadi Rahmat bagi Semesta
Esti setiyowati
Jum'at, 13 Maret 2026 - 06:00 WIB
Riset dan Inovasi Harus Jadi Rahmat bagi Semesta. Foto: RDK UGM.
Direktur PenelitianUniversitas Gadjah Mada, Mirwan Ushada, menegaskan bahwa riset dan inovasi tidak semestinya hanya ditujukan untuk kepentingan individu atau bangsa semata, tetapi juga harus memberi manfaat luas bagi manusia, makhluk hidup, dan lingkungan. Hal itu disampaikan dalam mimbar Ramadhan Public Lecture di Masjid Kampus UGM, Kamis (12/3/2026).
Dalam ceramah bertajuk “Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi untuk Rahmatan Lil ‘Alamin”, Mirwan menjelaskan bahwa konsep riset dalam kerangka Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sekadar penelitian.
“Riset sejatinya terdiri dari penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapannya di masyarakat,” ujar Mirwan.
Baca juga: Masa Depan Bangsa di Piring Anak, Upaya Menyelamatkan Generasi dari Ancaman Stunting
Ia menjelaskan, tujuan riset pada dasarnya menghasilkan dua hal utama, yaitu invensi daninovasi. Invensi merupakan penemuan baru, sementara inovasi adalah penerapan dari penemuan tersebut sehingga memberi manfaat nyata.
Menurutnya, proses riset dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni penghuluan dan penghiliran.
Pada tahap penghuluan, riset bertujuan memproduksi pengetahuan berbasis pengalaman empiris, termasuk menghasilkan temuan riset dasar.
Dalam ceramah bertajuk “Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi untuk Rahmatan Lil ‘Alamin”, Mirwan menjelaskan bahwa konsep riset dalam kerangka Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sekadar penelitian.
“Riset sejatinya terdiri dari penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapannya di masyarakat,” ujar Mirwan.
Baca juga: Masa Depan Bangsa di Piring Anak, Upaya Menyelamatkan Generasi dari Ancaman Stunting
Ia menjelaskan, tujuan riset pada dasarnya menghasilkan dua hal utama, yaitu invensi daninovasi. Invensi merupakan penemuan baru, sementara inovasi adalah penerapan dari penemuan tersebut sehingga memberi manfaat nyata.
Menurutnya, proses riset dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni penghuluan dan penghiliran.
Pada tahap penghuluan, riset bertujuan memproduksi pengetahuan berbasis pengalaman empiris, termasuk menghasilkan temuan riset dasar.