Ramadhan Bercahaya
Salim A Fillah: Islam di Tanah Jawa Tumbuh Lewat Resonansi Budaya, Bukan Dominasi
Esti setiyowati
Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:12 WIB
Salim A Fillah: Islam di Tanah Jawa Tumbuh Lewat Resonansi Budaya, Bukan Dominasi. Foto: RDK UGM
Berbicara tentang Islam di Tanah Jawa berarti berbicara tentang proses panjang dialog kebudayaan. Islam tidak datang sebagai kekuatan yang mendominasi, tetapi hadir melalui resonansi nilai yang menemukan kesamaan frekuensi dengan budaya lokal.
Hal itu disampaikan budayawan sekaligus penulis Salim A Fillah dalam kajian bertema “Menelusuri Jejak Resonansi Islam di Tanah Jawa” padaRDK Festival 1447 Hijriah yang digelar oleh Jama'ah Shalahuddin UGM, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 50 Tahun Ramadhan di Kampus UGM, sebuah tradisi intelektual keislaman yang telah berlangsung sejak 1976 dan menghadirkan berbagai tokoh nasional dalam forum keilmuan Ramadhan.
Baca juga: Riset dan Inovasi Harus Jadi Rahmat bagi Semesta
Menurut Salim A Fillah, konsep resonansi menjadi kunci penting dalam memahami bagaimana Islam berkembang di Jawa.
“Berbicara resonansi berarti ada kesamaan frekuensi yang kemudian dimanfaatkan untuk menjadi satu energi dalam membangun kebersamaan. Inilah yang ditempuh oleh para Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa,” ujarnya.
Dalam perspektif sejarah dakwah, para wali tidak sekadar datang membawa ajaran, tetapi berupaya menemukan titik temu antara nilai Islam dengan tradisi masyarakat. Pendekatan inilah yang membuat Islam mampu diterima secara luas tanpa menimbulkan benturan budaya yang tajam.
Hal itu disampaikan budayawan sekaligus penulis Salim A Fillah dalam kajian bertema “Menelusuri Jejak Resonansi Islam di Tanah Jawa” padaRDK Festival 1447 Hijriah yang digelar oleh Jama'ah Shalahuddin UGM, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 50 Tahun Ramadhan di Kampus UGM, sebuah tradisi intelektual keislaman yang telah berlangsung sejak 1976 dan menghadirkan berbagai tokoh nasional dalam forum keilmuan Ramadhan.
Baca juga: Riset dan Inovasi Harus Jadi Rahmat bagi Semesta
Menurut Salim A Fillah, konsep resonansi menjadi kunci penting dalam memahami bagaimana Islam berkembang di Jawa.
“Berbicara resonansi berarti ada kesamaan frekuensi yang kemudian dimanfaatkan untuk menjadi satu energi dalam membangun kebersamaan. Inilah yang ditempuh oleh para Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa,” ujarnya.
Dalam perspektif sejarah dakwah, para wali tidak sekadar datang membawa ajaran, tetapi berupaya menemukan titik temu antara nilai Islam dengan tradisi masyarakat. Pendekatan inilah yang membuat Islam mampu diterima secara luas tanpa menimbulkan benturan budaya yang tajam.