Benarkah NU dan Muhammadiyah Berpotensi Lebaran Bareng? Cek Prediksi Jadwalnya
Lusi mahgriefie
Selasa, 17 Maret 2026 - 09:14 WIB
Ilustrasi rukyatul hilal. Foto: NU Online
Potensi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merayakan Lebaran di hari yang sama yaitu 20 Maret 2026, masih terbuka. Meski sebelumnya NU mengatakan penetapan 1 Syawal 1447 H menunggu rukyatul hilal yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret.
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara NU dan pemerintah masih menunggu hisab yang dihimpun Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama. Namun sejak kemarin, ramai disebut-sebut NU dan Muhammadiyah berpotensi merayakan Idul Fitri berbarengan.
Menanggapi hal itu, pihak NU melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal penentuan Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H sebagai berikut, sebagaimana melansir laman NU online, Selasa (17/3/2026):
Data Falakiyah mengenai hilal 29 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026 menunjukkan hilal sudah di atas ufuk, tetapi belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.
Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar'ie 2 dedajat 53 menit dan elongasi hilal haqiqy 6 derajat 09 menit, serta lama hilal 14 menit 44 detik.
Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan tinggi hilal mar'ie 0 derajat 49 menit dan elongasi hilal haqiqy 4 derajat 36 menit, serta lama hilal 6 menit 36 detik.
Baca juga:Kapan Lebaran 2026? Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Pemerintah Gelar Sidang Isbat 19 Maret
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara NU dan pemerintah masih menunggu hisab yang dihimpun Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama. Namun sejak kemarin, ramai disebut-sebut NU dan Muhammadiyah berpotensi merayakan Idul Fitri berbarengan.
Menanggapi hal itu, pihak NU melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal penentuan Idul Fitri, 1 Syawal 1447 H sebagai berikut, sebagaimana melansir laman NU online, Selasa (17/3/2026):
Data Falakiyah mengenai hilal 29 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026 menunjukkan hilal sudah di atas ufuk, tetapi belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.
Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar'ie 2 dedajat 53 menit dan elongasi hilal haqiqy 6 derajat 09 menit, serta lama hilal 14 menit 44 detik.
Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan tinggi hilal mar'ie 0 derajat 49 menit dan elongasi hilal haqiqy 4 derajat 36 menit, serta lama hilal 6 menit 36 detik.
Baca juga:Kapan Lebaran 2026? Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret, Pemerintah Gelar Sidang Isbat 19 Maret