home global news

Prediksi BMKG: El Nino Terjadi di Pertengahan Tahun, Berpotensi Lebih Panas dan Kering

Sabtu, 04 April 2026 - 11:03 WIB
Ilustrasi: ist
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi kemarau panjang yang lebih panas dan kering akibat munculnya fenomena El Niño akan terjadi pada pertengahan 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, BMKG menyatakan, Outlook NOAA per 12 Maret 2026 menyebutkan bahwa kondisi ENSO-netral kemungkinan bertahan hingga Mei-Juli 2026, dengan peluang El Niño meningkat sekira 62% pada Juni-Agustus 2026.

Di Indonesia, dampak utama El Niño biasanya berupa penurunan curah hujan sementara suhu udara meningkat. Hal ini bisa menyebabkan berkurangnya air di waduk dan sungai, sumur mengering, gangguan irigasi, penurunan hasil pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan mulai menghemat air dan menyiapkan cadangan sejak dini.

Khusus di Sulawesi Tengah, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Musim kemarau 2026 diperkirakan mulai bertahap sejak Juni dan meluas pada Juli, dengan kecenderungan datang lebih awal dari biasanya.

Sekira 52% wilayah diprediksi mengalami kondisi lebih kering dari normal, dan hampir 44.8% wilayah berpotensi mengalami durasi kemarau lebih panjang. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada September 2026.

Secara sederhana, kondisi ini berarti masyarakat berpotensi menghadapi kemarau yang lebih cepat, lebih kering, dan lebih lama. Dampaknya akan terasa langsung, seperti berkurangnya air sumur, mengecilnya mata air, tanah retak, tanaman mudah layu, dan meningkatnya biaya pemenuhan air. Petani akan menghadapi tantangan dalam pengairan, sementara pemerintah perlu memastikan ketersediaan air bersih dan mengantisipasi kebakaran lahan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya