Jessica Pegula Pertahankan Gelar Charleston dengan Kalahkan Finalis Kejutan Yuliia Starodubtseva dan Bawa Uang 5,6 Miliar
Sururi al faruq
Senin, 06 April 2026 - 07:41 WIB
Jessica Pegula Pertahankan Gelar Charleston dengan Kalahkan Finalis Kejutan Yuliia Starodubtseva dan Bawa Uang 5,6 Miliar
LANGIT7.ID-Charleston; Petenis Amerika, Jessica Pegula sukses meraih gelar keduanya secara beruntun di Credit One Charleston Open, setelah mengalahkan Yuliia Starodubtseva dengan skor 6-2, 6-2.
Pegula kini telah memenangkan 10 pertandingan beruntun di Charleston, dan menjadi wanita pertama sejak Serena Williams (2013) yang mampu meraih gelar juara berturut-turut di Charleston. Ia menyimpan performa terbaiknya untuk laga final melawan finalis kejutan tersebut, dan mengamankan kemenangan dalam waktu 1 jam 22 menit pada hari Minggu.
Unggulan utama ini sempat melalui pekan yang berat di Pulau Daniel, di mana ia harus memenangkan empat pertandingan tiga set beruntun hanya untuk bisa mencapai babak final. Di keempat pertandingan itu, ia sempat tertinggal minimal 0-2 di set penentuan.
"Perjalanan saya sedikit seperti naik turun. Tapi, ya, rasa humor saya yang membuat saya terus bertahan," ujarnya setelah mengalahkan unggulan ketujuh Diana Shnaider di perempat final.
Kemenangannya di semifinal atas sesama petenis Amerika, Iva Jovic, merupakan pertandingan pertama di pekan itu di mana ia memenangkan set pembuka. Namun, Pegula tampil jauh lebih efisien saat melawan Starodubtseva, lulusan Old Dominion University yang sedang menjalani final WTA pertamanya.
Petenis Ukraina berusia 26 tahun itu menikmati pekan yang luar biasa di Charleston, mengalahkan petenis Amerika McCartney Kessler dan juara 2019 Madison Keys dalam dua pertandingan beruntun. Hasil ini menjadi pencapaian terbaik dalam kariernya dan diprediksi akan membawanya masuk ke 60 besar dunia untuk pertama kalinya.
Setelah saling mempertahankan servis di awal pertandingan final hari Minggu, Pegula mencetak break yang menentukan di game kelima dan sejak saat itu hampir tak terbendung. Ia memenangkan 10 game beruntun, membuatnya unggul satu set dan tiga kali break.
Pegula kini telah memenangkan 10 pertandingan beruntun di Charleston, dan menjadi wanita pertama sejak Serena Williams (2013) yang mampu meraih gelar juara berturut-turut di Charleston. Ia menyimpan performa terbaiknya untuk laga final melawan finalis kejutan tersebut, dan mengamankan kemenangan dalam waktu 1 jam 22 menit pada hari Minggu.
Unggulan utama ini sempat melalui pekan yang berat di Pulau Daniel, di mana ia harus memenangkan empat pertandingan tiga set beruntun hanya untuk bisa mencapai babak final. Di keempat pertandingan itu, ia sempat tertinggal minimal 0-2 di set penentuan.
"Perjalanan saya sedikit seperti naik turun. Tapi, ya, rasa humor saya yang membuat saya terus bertahan," ujarnya setelah mengalahkan unggulan ketujuh Diana Shnaider di perempat final.
Kemenangannya di semifinal atas sesama petenis Amerika, Iva Jovic, merupakan pertandingan pertama di pekan itu di mana ia memenangkan set pembuka. Namun, Pegula tampil jauh lebih efisien saat melawan Starodubtseva, lulusan Old Dominion University yang sedang menjalani final WTA pertamanya.
Petenis Ukraina berusia 26 tahun itu menikmati pekan yang luar biasa di Charleston, mengalahkan petenis Amerika McCartney Kessler dan juara 2019 Madison Keys dalam dua pertandingan beruntun. Hasil ini menjadi pencapaian terbaik dalam kariernya dan diprediksi akan membawanya masuk ke 60 besar dunia untuk pertama kalinya.
Setelah saling mempertahankan servis di awal pertandingan final hari Minggu, Pegula mencetak break yang menentukan di game kelima dan sejak saat itu hampir tak terbendung. Ia memenangkan 10 game beruntun, membuatnya unggul satu set dan tiga kali break.