Sukses Produksi Mesin Rotogravure, Suryadi Tolak Tawaran China
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 18:30 WIB
Suryadi pembuat mesin rotogravure. Foto: YouTube PecahTelur
Rotogravure adalah salah satu teknologi dalam dunia percetakan. Rotogravure sendiri dalam dunia grafika berarti "cetak dalam" atau dalam bahasa awam adalah teknologi cetak yang biasa digunakan untuk mencetak media yang terbuat dari bahan yang fleksibel, misalnya berbagai jenis plastik, alumunium, kertas, serta PVC.
Bahan yang akan dicetak adalah dalam bentuk rol atau gulungan. Teknologi seperti itu, diketahui baru diproduksi oleh negara dengan teknologi yang memadai.
Namun, ada satu usaha di kota Semarang yang kini sukses memproduksi mesin rotogravure, yakni CV Surya Cipta Inti Pratama.
Sang pemilik, Suryadi, dibantu putra keduanya, Bahtiar Sandi menjalankan usaha yang bergerak di bidang rekayasa mesin di kota Semarang. Mesin ini adalah rotogravure, yang biasa digunakan untuk membantu proses pengemasan.
Baca juga: Ditengah Keterbatasan Fisik, Ali Topan Raih Kalpataru
Dengan berbekal pengalamannya bekerja di perusahaan percetakan, Suryadi yang saat itu sebagai operator mulai mengamati proses kerja dari mesin pengemasan. Dari pengamatannya itu, ia mulai memberanikan diri untuk melakukan pembuatan mesinnya secara mandiri.
"Saya memberanikan diri untuk membuat, mulai dari gambar, pembelian bahan, dan Alhamdulillah hasilnya bisa dipakai," katanya dikutip dari kanal YouTube PecahTelur.
Bahan yang akan dicetak adalah dalam bentuk rol atau gulungan. Teknologi seperti itu, diketahui baru diproduksi oleh negara dengan teknologi yang memadai.
Namun, ada satu usaha di kota Semarang yang kini sukses memproduksi mesin rotogravure, yakni CV Surya Cipta Inti Pratama.
Sang pemilik, Suryadi, dibantu putra keduanya, Bahtiar Sandi menjalankan usaha yang bergerak di bidang rekayasa mesin di kota Semarang. Mesin ini adalah rotogravure, yang biasa digunakan untuk membantu proses pengemasan.
Baca juga: Ditengah Keterbatasan Fisik, Ali Topan Raih Kalpataru
Dengan berbekal pengalamannya bekerja di perusahaan percetakan, Suryadi yang saat itu sebagai operator mulai mengamati proses kerja dari mesin pengemasan. Dari pengamatannya itu, ia mulai memberanikan diri untuk melakukan pembuatan mesinnya secara mandiri.
"Saya memberanikan diri untuk membuat, mulai dari gambar, pembelian bahan, dan Alhamdulillah hasilnya bisa dipakai," katanya dikutip dari kanal YouTube PecahTelur.