Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Sukses Produksi Mesin Rotogravure, Suryadi Tolak Tawaran China

mahmuda attar hussein Jum'at, 15 Oktober 2021 - 18:30 WIB
Sukses Produksi Mesin Rotogravure, Suryadi Tolak Tawaran China
Suryadi pembuat mesin rotogravure. Foto: YouTube PecahTelur
Langit7, Semarang - Rotogravure adalah salah satu teknologi dalam dunia percetakan. Rotogravure sendiri dalam dunia grafika berarti "cetak dalam" atau dalam bahasa awam adalah teknologi cetak yang biasa digunakan untuk mencetak media yang terbuat dari bahan yang fleksibel, misalnya berbagai jenis plastik, alumunium, kertas, serta PVC.

Bahan yang akan dicetak adalah dalam bentuk rol atau gulungan. Teknologi seperti itu, diketahui baru diproduksi oleh negara dengan teknologi yang memadai.

Namun, ada satu usaha di kota Semarang yang kini sukses memproduksi mesin rotogravure, yakni CV Surya Cipta Inti Pratama.

Sang pemilik, Suryadi, dibantu putra keduanya, Bahtiar Sandi menjalankan usaha yang bergerak di bidang rekayasa mesin di kota Semarang. Mesin ini adalah rotogravure, yang biasa digunakan untuk membantu proses pengemasan.

Baca juga: Ditengah Keterbatasan Fisik, Ali Topan Raih Kalpataru

Dengan berbekal pengalamannya bekerja di perusahaan percetakan, Suryadi yang saat itu sebagai operator mulai mengamati proses kerja dari mesin pengemasan. Dari pengamatannya itu, ia mulai memberanikan diri untuk melakukan pembuatan mesinnya secara mandiri.

"Saya memberanikan diri untuk membuat, mulai dari gambar, pembelian bahan, dan Alhamdulillah hasilnya bisa dipakai," katanya dikutip dari kanal YouTube PecahTelur.

Sementara itu, Bahtiar yang turut membantu Suryadi menjalankan usahanya itu menyebutkan, perjuangan dari nol yang dilakukan ayahnya menjadikannya pelajaran berharga dalam hidup.

"Saya jadi saksi bahwa kita memang melalui proses panjang. Dalam bisnis keluarga ini kita memang melalui banyak proses panjang," jelasnya.

Tolak Tawaran China

Suryadi mengisahkan, pada 2011-2014 usaha mesin rotogravurenya mengalami perkembangan yang positif. Hingga suatu saat, lanjut dia, datang seorang berkebangsaan China yang mengajaknya bekerja sama.

Namun, Suryadi menolak tawaran itu, karena dalam kesepakatan tersebut, ia diminta berhenti produksi dan menjual barang milik China.

"Sebenarnya secara hitung-hitungan saya lebih enak, karena tinggal order dan jual barangnya. Tapi saya mikir lagi, kalau saya ambil jual sama saja saya marketingnya dan nggak nambah ilmu," katanya.

Baca juga: Berkat Karateka AS Aprar Hassan, Kini Karateka Muslimah Boleh Berhijab

Walaupun menolak tawaran itu, tapi Suryadi tetap menjalin kerja sama dengan kesepakatan yang berbeda. Hal itu dilakukan, karena pihak China memiliki teknologi untuk mesin rotogravure.

"Saya berprinsip, kita berjuang untuk negara, maka ilmu dan keuntungannya (dari pihak luar) harus kita dapat. Kita nggak bakal bisa buat mesin yang aktif dan lebih bagus, karena kalau kita harus belajar sendiri dan lain-lain, biayanya dari mana," tambah dia.

Suryadi menambahkan, sebuah usaha tidak terlepas dari doa. Sebab, ia meyakini Ilham dari Tuhan akan datang pada orang yang mau berpikir.

"Seperti kita ingin kaya, kalau kita hanya berdoa saja enggak mungkin kaya. Tapi kalau saya bekerja dengan semangat dan sebagainya, InsyaAllah rezeki itu akan datang. Saya harap untuk para pemuda bekerjalah sambil berdoa. Kalau bekerja tanpa berdoa itu namanya sombong, tapi kerja disertai dengan doa, tidak akan menjadi orang menjadi sombong," imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)