home global news

Menag Nasaruddin Umar Ubah Arah Pesantren, Ditjen Baru Fokus Ilmu hingga Ekonomi Umat

Jum'at, 10 April 2026 - 13:55 WIB
Menag Nasaruddin Umar Ubah Arah Pesantren, Ditjen Baru Fokus Ilmu hingga Ekonomi Umat
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pontren) diarahkan untuk memiliki peran dan pendekatan yang berbeda dibandingkan fungsi pesantren saat masih berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis).

Hal itu disampaikan dalam kegiatan finalisasi konsep Ditjen Pontren melalui penyusunan buku "Pesantren Menuju New Baitul Hikmah" ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).

‎Menurut Menag, selama berada di bawah Ditjen Pendis, fungsi pendidikan Islam—termasuk pesantren lebih berperan sebagai penghubung antara sistem pendidikan umum dan pendidikan berbasis keislaman. Namun, ke depan, Ditjen Pontren diharapkan memiliki fokus yang lebih mendalam.

“Kalau di Pendis lebih sebagai jembatan antara pendidikan umum dan pendidikan Islam, maka di pesantren harus lebih dalam, lebih runcing. Ada aspek hakikat, makrifat, dan pendalaman ilmu yang tidak dimiliki di pendidikan umum,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, pembentukan Ditjen Pesantren bukan sekadar restrukturisasi organisasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat arah pendidikan pesantren dengan basis keilmuan yang lebih kokoh.

‎“Yang kita susun ini untuk men-direct masa depan. Karena itu, kita harus kuatkan referensi. Tidak bisa hanya mengandalkan ingatan atau asumsi, tetapi harus dibangun dengan body of knowledge yang jelas,” tegasnya.

Selain perbedaan fungsi, Menag juga menyoroti pentingnya kejelasan kerangka keilmuan pesantren, mencakup aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi, sebagai pembeda utama dari pendekatan pendidikan di bawah Ditjen Pendis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya