Pemerintah Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19 di Akhir Tahun
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 18:52 WIB
Pemerintah antisipasi gelombang ke-3 Covid-19 di akhir tahun. (Foto: Langit7.ID/iStock)
Pemerintah terus memperkuat strategi antisipasi kemungkinan munculnya gelombang ke-3 Covid-19 pada akhir tahun seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat cenderung meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. Menurutnya, pemerintah telah menjalankan enam strategi utama agar tren penurunan kasus saat ini tetap terjaga.
"Pertama, adalah memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. Kami ingatkan sekali lagi, penurunan level PPKM bukan berarti masyarakat bisa bereuforia. Kita harus tetap waspada menerapkan protokol kesehatan dan membatasi mobilitas," ujar Johnny dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/10).
Baca juga:Pemerintah Beri Sanksi Tegas Pelanggar Karantina
Kedua, pemerintah terus berupaya meningkatkan laju vaksinasi lansia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Tujuannya untuk menekan angka kematian dan perawatan rumah sakit apabila terjadi gelombang berikutnya.
Ketiga, masih terkait vaksinasi, pemerintah juga mendorong percepatan vaksinasi anak agar saat libur Natal dan Tahun Baru imunitas anak sudah terbentuk.
"Keempat, seiring dibukanya penerbangan internasional, pemerintah berkomitmen menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan prokes ketat. Hal ini menyusul dibukanya Bandara Ngurah Rai pada 14 Oktober 2021," terang Johnny.
Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. Menurutnya, pemerintah telah menjalankan enam strategi utama agar tren penurunan kasus saat ini tetap terjaga.
"Pertama, adalah memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. Kami ingatkan sekali lagi, penurunan level PPKM bukan berarti masyarakat bisa bereuforia. Kita harus tetap waspada menerapkan protokol kesehatan dan membatasi mobilitas," ujar Johnny dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/10).
Baca juga:Pemerintah Beri Sanksi Tegas Pelanggar Karantina
Kedua, pemerintah terus berupaya meningkatkan laju vaksinasi lansia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Tujuannya untuk menekan angka kematian dan perawatan rumah sakit apabila terjadi gelombang berikutnya.
Ketiga, masih terkait vaksinasi, pemerintah juga mendorong percepatan vaksinasi anak agar saat libur Natal dan Tahun Baru imunitas anak sudah terbentuk.
"Keempat, seiring dibukanya penerbangan internasional, pemerintah berkomitmen menertibkan mobilitas pelaku perjalanan internasional dengan aturan prokes ketat. Hal ini menyusul dibukanya Bandara Ngurah Rai pada 14 Oktober 2021," terang Johnny.