Misteri di Balik Kepadatan Ruang Sidratul Muntaha: Begini Penjelasan Populasi Malaikat
Miftah yusufpati
Jum'at, 01 Mei 2026 - 16:31 WIB
Jumlah malaikat melampaui batas nalar manusia, hanya Allah yang mengetahui jumlah pastinya. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam kalkulasi manusia, jumlah bintang di galaksi Bima Sakti atau jumlah sel di dalam tubuh manusia menjadi ukuran tertinggi untuk memahami sesuatu yang besar. Namun, dalam cakrawala keimanan Islam, dimensi kegaiban menyajikan angka dan kuantitas yang jauh melampaui kemampuan nalar konvensional.
Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi dalam risalahnya yang berjudul Al-Iman bil Malaikah, menegaskan sebuah prinsip kosmologis yang sangat mendasar, yakni tidak ada satu pun entitas yang mengetahui jumlah pasti para malaikat kecuali Sang Pencipta yang menguasai mereka.
Pernyataan ini memiliki landasan teologis yang sangat kuat di dalam Al-Quran. Allah Subhanahu wa Taala berfirman dalam Surat Al-Muddatstsir ayat 31 yang menjadi landasan utama bagi ulasan Syaikh asy-Syaqawi:
وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ
Wa ma ya'lamu junuda Rabbika illa Huwa.
Artinya: Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
Penyebutan kata junud atau tentara merujuk pada pasukan langit yang mematuhi perintah Allah tanpa syarat. Kuantitas mereka tidak bisa disamakan dengan populasi makhluk hidup di bumi yang dapat dihitung dengan metode sensus. Untuk memberikan ilustrasi mengenai skala populasi yang sangat masif ini, Syaikh asy-Syaqawi merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari jalur Malik bin Sha'sha'ah radhiyallahu anhu.
Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi dalam risalahnya yang berjudul Al-Iman bil Malaikah, menegaskan sebuah prinsip kosmologis yang sangat mendasar, yakni tidak ada satu pun entitas yang mengetahui jumlah pasti para malaikat kecuali Sang Pencipta yang menguasai mereka.
Pernyataan ini memiliki landasan teologis yang sangat kuat di dalam Al-Quran. Allah Subhanahu wa Taala berfirman dalam Surat Al-Muddatstsir ayat 31 yang menjadi landasan utama bagi ulasan Syaikh asy-Syaqawi:
وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ
Wa ma ya'lamu junuda Rabbika illa Huwa.
Artinya: Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
Penyebutan kata junud atau tentara merujuk pada pasukan langit yang mematuhi perintah Allah tanpa syarat. Kuantitas mereka tidak bisa disamakan dengan populasi makhluk hidup di bumi yang dapat dihitung dengan metode sensus. Untuk memberikan ilustrasi mengenai skala populasi yang sangat masif ini, Syaikh asy-Syaqawi merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari jalur Malik bin Sha'sha'ah radhiyallahu anhu.