MUI Soroti Standar Rumah Sakit Syariah, Bukan Sekadar Label
Tim langit 7
Kamis, 07 Mei 2026 - 15:29 WIB
KH M Cholil Nafis menegaskan rumah sakit syariah bukan sekadar label, tetapi standar mutu berbasis nilai keimanan untuk layanan yang inklusif dan berkelanjutan. (Dok: LPPOM)
LANGIT7.ID-Jakarta; Penguatan ekosistem rumah sakit syariah menjadi sorotan dalam gelaran International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2026 yang berlangsung di Hotel Novotel, Rabu (6/5/2026). Forum ini menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan berbasis syariah tidak cukup hanya pada label, tetapi harus bertumpu pada standar mutu yang jelas.
Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, KH M Cholil Nafis, menekankan pentingnya fondasi nilai dalam membangun layanan kesehatan syariah yang berkelanjutan. Menurutnya, sistem pelayanan di rumah sakit syariah memiliki karakter yang berbeda dibandingkan rumah sakit konvensional.
Perbedaan tersebut terletak pada integrasi nilai keagamaan dalam setiap aspek pelayanan. Hal ini disampaikan Kiai Cholil dalam sesi bertajuk Bangkitkan Ekosistem Syariah di Indonesia. "Ada nilai-nilai keagamaan kita di dalam menyampaikan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang kita tekankan di dalamnya," kata Kiai Cholil dalam keterangannya, dilansir dari situs MUI, Kamis (7/5/2026).
Wakil Ketua Umum MUI itu menjelaskan, rumah sakit syariah memberikan ruang bagi pasien untuk memilih bimbingan keagamaan selama masa perawatan. Bahkan, dalam kondisi kritis seperti sakaratul maut, terdapat prosedur khusus yang disusun berdasarkan nilai-nilai Islam.
Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI, ia juga dikenal sebagai CEO Amanah Zakat. Dalam penjelasannya, pendekatan spiritual dinilai menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pasien. "Karena cara menyikapi itu juga bagian dari cara bisa sehat oleh diri kita sendiri, selain obat. Fisik yang sehat itu kadang-kadang dipengaruhi oleh jiwa yang sehat," sambungnya.
Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Kiai Cholil menilai bahwa penguatan iman dapat membantu menciptakan ketenangan batin pasien, terutama bagi mereka yang menghadapi kondisi medis berat. "Karena ada keyakinan bahwa obat bukan yang menyembuhkan, obat hanya syarat, yang menyembuhkan adalah Tuhan. Keberadaan rumah sakit syariah tidak hanya kepada Muslim saja, tetapi untuk non Muslim," tegasnya.
Dalam forum tersebut, ia juga mendorong kolaborasi untuk memperkuat ekosistem rumah sakit syariah melalui tiga prinsip utama, yaitu tafahum, ta'awun, dan takaful. Ketiga prinsip ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan terhadap nilai syariah.
Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, KH M Cholil Nafis, menekankan pentingnya fondasi nilai dalam membangun layanan kesehatan syariah yang berkelanjutan. Menurutnya, sistem pelayanan di rumah sakit syariah memiliki karakter yang berbeda dibandingkan rumah sakit konvensional.
Perbedaan tersebut terletak pada integrasi nilai keagamaan dalam setiap aspek pelayanan. Hal ini disampaikan Kiai Cholil dalam sesi bertajuk Bangkitkan Ekosistem Syariah di Indonesia. "Ada nilai-nilai keagamaan kita di dalam menyampaikan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yang kita tekankan di dalamnya," kata Kiai Cholil dalam keterangannya, dilansir dari situs MUI, Kamis (7/5/2026).
Wakil Ketua Umum MUI itu menjelaskan, rumah sakit syariah memberikan ruang bagi pasien untuk memilih bimbingan keagamaan selama masa perawatan. Bahkan, dalam kondisi kritis seperti sakaratul maut, terdapat prosedur khusus yang disusun berdasarkan nilai-nilai Islam.
Selain menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI, ia juga dikenal sebagai CEO Amanah Zakat. Dalam penjelasannya, pendekatan spiritual dinilai menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pasien. "Karena cara menyikapi itu juga bagian dari cara bisa sehat oleh diri kita sendiri, selain obat. Fisik yang sehat itu kadang-kadang dipengaruhi oleh jiwa yang sehat," sambungnya.
Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Kiai Cholil menilai bahwa penguatan iman dapat membantu menciptakan ketenangan batin pasien, terutama bagi mereka yang menghadapi kondisi medis berat. "Karena ada keyakinan bahwa obat bukan yang menyembuhkan, obat hanya syarat, yang menyembuhkan adalah Tuhan. Keberadaan rumah sakit syariah tidak hanya kepada Muslim saja, tetapi untuk non Muslim," tegasnya.
Dalam forum tersebut, ia juga mendorong kolaborasi untuk memperkuat ekosistem rumah sakit syariah melalui tiga prinsip utama, yaitu tafahum, ta'awun, dan takaful. Ketiga prinsip ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan terhadap nilai syariah.