Ketua PP Muhammadiyah: AI Tak Bisa Gantikan Guru dalam Mendidik Akhlak
Tim langit 7
Selasa, 12 Mei 2026 - 14:55 WIB
Ketua PP Muhammadiyah: AI Tak Bisa Gantikan Guru dalam Mendidik Akhlak
LANGIT7.ID-Jakarta; Penguatan peran perempuan dan keluarga menjadi sorotan dalam Tabligh Akbar yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Pendopo Kabupaten Purworejo. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman, menekankan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kekuatan pendidikan di lingkungan keluarga. Karena itu, peran perempuan, terutama ibu, dinilai sangat vital dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Dalam tausyiyahnya, Agus menyebut ibu sebagai “madrasah ula” atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Menurutnya, kontribusi perempuan dalam keluarga menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi bangsa yang berkemajuan.
“Bangsa yang maju lahir dari pendidikan yang kuat di lingkungan keluarga. Karenanya, peran ‘Aisyiyah begitu penting dan strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan dan penguatan keluarga,” ujarnya mengerucut kepada penjelasan terkait peran warga ‘Aisyiyah sebagai agen strategis dalam mengubah wajah peradaban melalui pendidikan dan penguatan keluarga, dilansir dari situs Muhammadiyah, Selasa (12/5/2026),
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan di era perkembangan teknologi yang semakin kompleks, khususnya terkait kondisi moral anak dan remaja. Dalam konteks tersebut, Agus menilai pendidikan adab dan akhlak harus menjadi perhatian utama.
“Google bisa lebih pintar dari kita, AI juga berkembang sangat cepat. Tetapi guru tetap dibutuhkan karena mengajarkan kita tentang adab, disiplin, dan akhlak,” tegas Agus pada Sabtu (9/5).
Menurut Agus, secanggih apa pun teknologi, peran guru dan orang tua tetap tidak tergantikan dalam menanamkan nilai moral sekaligus membangun kedekatan emosional dengan anak. Karena itu, penguatan pendidikan karakter perlu terus dijaga, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman, menekankan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kekuatan pendidikan di lingkungan keluarga. Karena itu, peran perempuan, terutama ibu, dinilai sangat vital dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Dalam tausyiyahnya, Agus menyebut ibu sebagai “madrasah ula” atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Menurutnya, kontribusi perempuan dalam keluarga menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi bangsa yang berkemajuan.
“Bangsa yang maju lahir dari pendidikan yang kuat di lingkungan keluarga. Karenanya, peran ‘Aisyiyah begitu penting dan strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan dan penguatan keluarga,” ujarnya mengerucut kepada penjelasan terkait peran warga ‘Aisyiyah sebagai agen strategis dalam mengubah wajah peradaban melalui pendidikan dan penguatan keluarga, dilansir dari situs Muhammadiyah, Selasa (12/5/2026),
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan di era perkembangan teknologi yang semakin kompleks, khususnya terkait kondisi moral anak dan remaja. Dalam konteks tersebut, Agus menilai pendidikan adab dan akhlak harus menjadi perhatian utama.
“Google bisa lebih pintar dari kita, AI juga berkembang sangat cepat. Tetapi guru tetap dibutuhkan karena mengajarkan kita tentang adab, disiplin, dan akhlak,” tegas Agus pada Sabtu (9/5).
Menurut Agus, secanggih apa pun teknologi, peran guru dan orang tua tetap tidak tergantikan dalam menanamkan nilai moral sekaligus membangun kedekatan emosional dengan anak. Karena itu, penguatan pendidikan karakter perlu terus dijaga, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.