Pebisnis Muslim Harus Tahu, Ini Cara Dapat Berkah dalam Bisnis
Mahmuda attar hussein
Senin, 18 Oktober 2021 - 11:30 WIB
Ilustrasi dapat berkah dalam bisnis. Foto: Langit7
Setiap pebisnis muslim perlu mengetahui, bahwa melakukan bisnis bukan hanya target untuk mendapatkan keuntungan duniawi. Melainkan, juga mendapatkan berkah dalam bisnis yang dijalankan.
Dikutip dari kanal Youtube, Tajiru Center, Ustadz Abiena Yuri mengatakan, jika pebisnis muslim hanya mengejar kesuksesan tanpa berkah, dikhawatirkan hanya akan menjadi kesia-siaan dan kerugian yang nyata.
"Keuntungan yang sejati itu adalah ketika pebisnis muslim yang sukses kemudian juga mendapatkan keberkahan," ujarnya.
Baca juga: Bahtsul Masail NU Jateng Bahas Uang Kripto dan Wali Nikah Ghaib
Yuri mengatakan, berkah dapat diartikan bertambahnya sebuah kebaikan dalam hal apapun, termasuk dalam bisnis. Seseorang yang mendapatkan berkah dalam bisnisnya, akan membuatnya mampu mengembangkan bisnis yang dijalankan.
Dunia yang sifatnya terbatas menunjukkan sifat kefanaan. Sehingga, dalam bisnis perlu juga untuk mengejar keuntungan akhirat.
"Pastikan setiap jual-beli dalam bisnis dilakukan dengan mabrur. Artinya, sesuatu yang tidak tercampur padanya kemaksiatan, terutama dalam bisnis," ujarnya.
Dikutip dari kanal Youtube, Tajiru Center, Ustadz Abiena Yuri mengatakan, jika pebisnis muslim hanya mengejar kesuksesan tanpa berkah, dikhawatirkan hanya akan menjadi kesia-siaan dan kerugian yang nyata.
"Keuntungan yang sejati itu adalah ketika pebisnis muslim yang sukses kemudian juga mendapatkan keberkahan," ujarnya.
Baca juga: Bahtsul Masail NU Jateng Bahas Uang Kripto dan Wali Nikah Ghaib
Yuri mengatakan, berkah dapat diartikan bertambahnya sebuah kebaikan dalam hal apapun, termasuk dalam bisnis. Seseorang yang mendapatkan berkah dalam bisnisnya, akan membuatnya mampu mengembangkan bisnis yang dijalankan.
Dunia yang sifatnya terbatas menunjukkan sifat kefanaan. Sehingga, dalam bisnis perlu juga untuk mengejar keuntungan akhirat.
"Pastikan setiap jual-beli dalam bisnis dilakukan dengan mabrur. Artinya, sesuatu yang tidak tercampur padanya kemaksiatan, terutama dalam bisnis," ujarnya.