Tobatenun Tampilkan Koleksi Ramah Lingkungan sebagai Nilai Berkelanjutan di Dunia Fashion
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 18 Oktober 2021 - 16:15 WIB
Koleksi Tobatenun yang menggunakan warna alami. Foto : Tobatenun
Memperingati Hari Ulos Nasional 2021 pada 17 Oktober, 45 komunitas tenun memamerkan karyanya di ajang Tenun Fashion Week. Acara ini sekaligus bertujuan untuk memperkenalkan kain ulos ke pasar internasional.
Tobatenun yang ikut berpartipasi dalam Tenun Fashion Week ini menampilkan koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman.
Sementara itu untuk produk Boru akan menampilkan koleksi ready to wear “Sindar” yang merupakan hasil kerja sama desainer muda dan berbagai UKM dan pengrajin dari Siantar, Yogyakarta, dan Jepara.
Baca juga : Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar Negeri
Founder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtera Kerri Na Basaria mengatakan semangat ini sekaligus menjadi harapan agar masyarakat mau peduli dan melestarikan wastra nusantara, salah satunya ulos. Terlebih lagi potensi ulos yang dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara.
"Kami berupaya melakukan revitalisasi Ulos melalui program pendampingan perajin tenun, memanfaatkan sumber daya alam untuk produksi tenun serta membuat sebuah platform distribusi tenun Sumatera Utara yang terkurasi melalui website resmi www.tobatenun.com," jelas Kerri dalam keterangan resminya.
Melalui laman resminya tersebut, Tobatenun membuka kesempatan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa memasarkan produk ulosnya di website tersebut. Tak hanya itu, Tobatenun terus memberikan edukasi bagi pelaku usaha produk Ulos di Sumatera Utara untuk terus meningkatkan standarisasi dan kompetensi, sehingga dapat menciptakan karya terbaik.
Tobatenun yang ikut berpartipasi dalam Tenun Fashion Week ini menampilkan koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman.
Sementara itu untuk produk Boru akan menampilkan koleksi ready to wear “Sindar” yang merupakan hasil kerja sama desainer muda dan berbagai UKM dan pengrajin dari Siantar, Yogyakarta, dan Jepara.
Baca juga : Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar Negeri
Founder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtera Kerri Na Basaria mengatakan semangat ini sekaligus menjadi harapan agar masyarakat mau peduli dan melestarikan wastra nusantara, salah satunya ulos. Terlebih lagi potensi ulos yang dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara.
"Kami berupaya melakukan revitalisasi Ulos melalui program pendampingan perajin tenun, memanfaatkan sumber daya alam untuk produksi tenun serta membuat sebuah platform distribusi tenun Sumatera Utara yang terkurasi melalui website resmi www.tobatenun.com," jelas Kerri dalam keterangan resminya.
Melalui laman resminya tersebut, Tobatenun membuka kesempatan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa memasarkan produk ulosnya di website tersebut. Tak hanya itu, Tobatenun terus memberikan edukasi bagi pelaku usaha produk Ulos di Sumatera Utara untuk terus meningkatkan standarisasi dan kompetensi, sehingga dapat menciptakan karya terbaik.