LANGIT7.ID - , Jakarta - Memperingati Hari Ulos Nasional 2021 pada 17 Oktober, 45 komunitas tenun memamerkan karyanya di ajang Tenun Fashion Week. Acara ini sekaligus bertujuan untuk memperkenalkan kain ulos ke pasar internasional.
Tobatenun yang ikut berpartipasi dalam Tenun Fashion Week ini menampilkan koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman.
Sementara itu untuk produk Boru akan menampilkan koleksi ready to wear “Sindar” yang merupakan hasil kerja sama desainer muda dan berbagai UKM dan pengrajin dari Siantar, Yogyakarta, dan Jepara.
Baca juga : Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar NegeriFounder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtera Kerri Na Basaria mengatakan semangat ini sekaligus menjadi harapan agar masyarakat mau peduli dan melestarikan wastra nusantara, salah satunya ulos. Terlebih lagi potensi ulos yang dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara.
"Kami berupaya melakukan revitalisasi Ulos melalui program pendampingan perajin tenun, memanfaatkan sumber daya alam untuk produksi tenun serta membuat sebuah platform distribusi tenun Sumatera Utara yang terkurasi melalui website resmi www.tobatenun.com," jelas Kerri dalam keterangan resminya.
Melalui laman resminya tersebut, Tobatenun membuka kesempatan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa memasarkan produk ulosnya di website tersebut. Tak hanya itu, Tobatenun terus memberikan edukasi bagi pelaku usaha produk Ulos di Sumatera Utara untuk terus meningkatkan standarisasi dan kompetensi, sehingga dapat menciptakan karya terbaik.
Bupati Dairi Eddy Keleng Ateng Berutu mengatakan pihaknya telah melakukan upaya untuk mendorong dan meningkatkan keberlangsungan industri kerajinan dan kreatif, termasuk pelestarian dan pengembangan ulos.
Selain itu, Eddy menambahkan, strategi juga sudah dilakukan seperti memberi stimulus pada UMKM dan Koperasi, pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran.
Baca juga : Wapres Dorong Fesyen Muslim Jadi Kurikulum Pendidikan"Kami optimis dengan semakin banyak pihak yang peduli terhadap kelestarian budaya seperti Tobatenun dapat menginspirasi banyak orang untuk bersama-sama memajukan Ulos dan juga budaya nusantara lainnya sehingga tidak hanya lestari, tetapi juga berkembang sehingga dapat dinikmati secara luas di pasar mancanegara dan dapat mendorong ekonomi kreatif khususnya di masyarakat kabupaten Dairi," kata Eddy.
Tidak hanya fokus untuk memperkuat eksosistem kain Ulos dan para pelakunya, Tobatenun juga berkomitmen untuk menggunakan pendekatan ramah lingkungan dalam proses produksi dan penciptaan karya.
Untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya menggunakan produk berkualitas yang ramah lingkungan, Tobatenun juga secara konsisten memberikan edukasi kepada pasar mengenai nilai berkelanjutan pada industri fashion.
Tobatenun mendorong perajin untuk menerapkan metode pembuatan tenun yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengutamakan prinsip berkelanjutan. Para penenun binaan, menggunakan benang serta pewarna alami dalam pembuatan Ulos.
Untuk itu Tobatenun bersama instruktur pewarnaan alam terus melakukan pembinaan dan pelatihan mengenai pemanfaatan pewarna alam untuk tekstil kepada para artisan Ulos. Ini adalah bagian dari kontribusi Tobatenun untuk meminimalisir pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan pewarna alam.
Perkumpulan Warna Alam Indonesia adalah salah satu organisasi yang memiliki misi menggerakan upaya peningkatan kualitas zat pewarna alam dan serat alam Indonesia dengan sumber yang berkelanjutan.
"Dimana ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri kriya, termasuk mode. Kami terus berupaya untuk mempopulerkan pewarna alam dan serat alam untuk penguatan pasar dan produk." kata Myra Widiono Ketua Perkumpulan Warna Alam Indonesia.
Karena itu perlu adanya sinergi antara pelaku usaha dan organisasi terkait terkait pengembangan warna alam dengan melakukan edukasi dan eksplorasi sumber, sehingga dapat tercipta produk ramah lingkungan yang berkesinambungan.
(est)