Pembiayaan Emas Dongkrak Kinerja Konsumer Bank Mega Syariah, Flexi Gold Melonjak 1.236%
Tim langit 7
Rabu, 20 Mei 2026 - 14:39 WIB
Pembiayaan Emas Dongkrak Kinerja Konsumer Bank Mega Syariah, Flexi Gold Melonjak 1.236%
LANGIT7.ID-Jakarta; Bank Mega Syariah mencatat lonjakan signifikan pada pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold, yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan segmen konsumer sepanjang awal 2026.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengungkapkan produk tersebut mencatat outstanding lebih dari Rp 31 miliar per April 2026, dengan pertumbuhan sangat agresif secara year to date.
“Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh peningkatan pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold yang mencatat outstanding lebih dari Rp 31 miliar per April 2026, melesat 1.236% secara year to date (ytd), dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga yaitu rasio non performing financing (NPF) di lebel 0%,” ujarnya, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/5/2026).
Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah yang mencapai Rp 586 miliar pada April 2026, naik 23% secara year on year (yoy).
Menurut Alvonzo, peningkatan ini mencerminkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap skema pembiayaan yang lebih terukur, termasuk untuk kepemilikan aset seperti emas.
“Pembiayaan konsumer saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Kami melihat minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” katanya.
Secara wilayah, area 1 yang mencakup Jakarta dan sekitarnya menjadi penyumbang terbesar portofolio pembiayaan konsumer dengan nilai Rp 202,7 miliar. Setelah itu, Area 4 menyusul dengan Rp 122,9 miliar, sementara Area 3 mencatat Rp 98 miliar.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengungkapkan produk tersebut mencatat outstanding lebih dari Rp 31 miliar per April 2026, dengan pertumbuhan sangat agresif secara year to date.
“Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh peningkatan pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold yang mencatat outstanding lebih dari Rp 31 miliar per April 2026, melesat 1.236% secara year to date (ytd), dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga yaitu rasio non performing financing (NPF) di lebel 0%,” ujarnya, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/5/2026).
Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah yang mencapai Rp 586 miliar pada April 2026, naik 23% secara year on year (yoy).
Menurut Alvonzo, peningkatan ini mencerminkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap skema pembiayaan yang lebih terukur, termasuk untuk kepemilikan aset seperti emas.
“Pembiayaan konsumer saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. Kami melihat minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” katanya.
Secara wilayah, area 1 yang mencakup Jakarta dan sekitarnya menjadi penyumbang terbesar portofolio pembiayaan konsumer dengan nilai Rp 202,7 miliar. Setelah itu, Area 4 menyusul dengan Rp 122,9 miliar, sementara Area 3 mencatat Rp 98 miliar.