Indonesia Jadi Magnet Keuangan Syariah ASEAN, Fitch Prediksi Pembiayaan Tumbuh 10 Persen pada 2026
Tim langit 7
Rabu, 20 Mei 2026 - 14:48 WIB
Indonesia Jadi Magnet Keuangan Syariah ASEAN, Fitch Prediksi Pembiayaan Tumbuh 10 Persen pada 2026
LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia dinilai masih menjadi salah satu pasar paling menjanjikan bagi pertumbuhan industri keuangan syariah di kawasan ASEAN. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memperkirakan pembiayaan perbankan syariah nasional mampu tumbuh sekitar 10 persen sepanjang 2026, didorong besarnya populasi muslim dan masih luasnya masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal.
Hingga akhir Januari 2026, total aset industri perbankan syariah Indonesia tercatat telah mencapai USD61 miliar. Posisi ini memperkuat daya tarik Indonesia di tengah pertumbuhan industri keuangan syariah regional yang terus melaju.
Laporan Fitch menunjukkan total nilai industri keuangan syariah ASEAN kini telah menembus USD1 triliun pada Kuartal I-2026. Indonesia bersama Malaysia dan Brunei Darussalam disebut masih menjadi motor utama pertumbuhan sektor tersebut di kawasan.
Dalam pasar sukuk global, Indonesia juga mempertahankan posisi strategis. Surat utang berbasis syariah itu kini menyumbang sekitar 17,6 persen dari total pasar obligasi domestik yang beredar hingga Kuartal I-2026. Sementara aset kelolaan dana syariah Indonesia mencapai USD5,2 miliar, sedangkan kontribusi industri asuransi syariah atau takaful menyentuh 6,2 persen dari total premi industri asuransi nasional.
“Indonesia diperkirakan tetap menjadi salah satu penerbit sukuk terbesar di dunia,” ujar Bashar dalam laporan Fitch bertajuk ASEAN Islamic Finance Rising in Importance, Passes USD1 Trillion yang disampaikan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/5/2026).
Fitch mencatat kawasan ASEAN kini menguasai hampir separuh sukuk global yang beredar di pasar internasional. Dalam peta tersebut, Malaysia masih menempati posisi pertama pasar sukuk dunia, sementara Indonesia berada di peringkat ketiga.
Stabilitas pasar sukuk ASEAN juga mendapat penilaian positif. Seluruh sukuk ASEAN berdenominasi dolar AS yang memperoleh peringkat dari Fitch masih berada dalam kategori investment grade atau BBB hingga akhir April 2026. Dalam empat tahun terakhir, tidak tercatat adanya gagal bayar.
Hingga akhir Januari 2026, total aset industri perbankan syariah Indonesia tercatat telah mencapai USD61 miliar. Posisi ini memperkuat daya tarik Indonesia di tengah pertumbuhan industri keuangan syariah regional yang terus melaju.
Laporan Fitch menunjukkan total nilai industri keuangan syariah ASEAN kini telah menembus USD1 triliun pada Kuartal I-2026. Indonesia bersama Malaysia dan Brunei Darussalam disebut masih menjadi motor utama pertumbuhan sektor tersebut di kawasan.
Dalam pasar sukuk global, Indonesia juga mempertahankan posisi strategis. Surat utang berbasis syariah itu kini menyumbang sekitar 17,6 persen dari total pasar obligasi domestik yang beredar hingga Kuartal I-2026. Sementara aset kelolaan dana syariah Indonesia mencapai USD5,2 miliar, sedangkan kontribusi industri asuransi syariah atau takaful menyentuh 6,2 persen dari total premi industri asuransi nasional.
“Indonesia diperkirakan tetap menjadi salah satu penerbit sukuk terbesar di dunia,” ujar Bashar dalam laporan Fitch bertajuk ASEAN Islamic Finance Rising in Importance, Passes USD1 Trillion yang disampaikan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (20/5/2026).
Fitch mencatat kawasan ASEAN kini menguasai hampir separuh sukuk global yang beredar di pasar internasional. Dalam peta tersebut, Malaysia masih menempati posisi pertama pasar sukuk dunia, sementara Indonesia berada di peringkat ketiga.
Stabilitas pasar sukuk ASEAN juga mendapat penilaian positif. Seluruh sukuk ASEAN berdenominasi dolar AS yang memperoleh peringkat dari Fitch masih berada dalam kategori investment grade atau BBB hingga akhir April 2026. Dalam empat tahun terakhir, tidak tercatat adanya gagal bayar.