home global news

BPJS Kesehatan Hadapi Tekanan Finansial, Tingginya Tunggakan Iuran Jadi Persoalan Utama

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:40 WIB
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Mulai dari ancaman defisit puluhan triliun rupiah, tingginya tunggakan iuran BPJS, hingga meningkatnya beban penyakit katastropik menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi bersama.

Isu tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk "Manajemen dan Kebijakan Publik: Pengelolaan BPJS Secara Berkelanjutan" yang digelar Program Ilmu Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina secara daring, Rabu (20/5/2026) malam.

Hadir sebagai pembicara yaitu Dewan Pengawas BPJS Kesehatan; Lula Kamal, Dirut BPJS Kesehatan 2021-2026; Dr Ali Ghufron Mukti, serta Ketua Program Doktor Ilmu Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina, Prof Dr Badawi Saluy, MM.

Mereka menyoroti bagaimana BPJS Kesehatan telah menjadi tulang punggung layanan kesehatan nasional, namun di saat bersamaan juga menghadapi tekanan finansial yang semakin berat.

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Lula Kamal menjelaskan, sebenarnya sistem BPJS dibangun atas semangat gotong royong. Iuran yang dibayarkan masyarakat bukan sekadar pembayaran layanan kesehatan pribadi, melainkan menjadi "tabungan bersama" untuk membantu peserta lain yang sakit dan tidak mampu.

Baca juga:BPJS Kesehatan Ungkap 50 Juta Peserta Nonaktif, MUI Dilibatkan Atasi Krisis JKN

"Iuran yang terakumulasi dipergunakan untuk membantu warga yang sakit dan tidak mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Jadi sebenarnya PBI itu bukan gratis, tetapi dibantu dari dana iuran masyarakat yang terhimpun bersama-sama," ujar Lula.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya